Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Kepala Distanak Flotim, Penyidik Polres Flotim diminta Usut

Bachtiar Lamawuran, salah seorang tokoh  politik dan pemerhati sosial Flotim. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Flores Timur yang terkuak akibat perkelahian  elite parpol yang oleh pemilik akun Benty Abraham menyebutnya sebagai parpol  biru, seharusnya langsung disikapi pihak penyidik polres Flores Timur. Kepolisian harus sudah merespon dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan ketika  persoalan itu terbeberkan ke publik. Penyidik Polres Flotim harus usut! Dikonfirmasi di kediamannya,Minggu (10/6) Bachtiar Lamawuran bahkan  blak-blakan mengungkapkan, menilik apa yang diposting Benty Abraham, kasus dugaan manipulasi tandatangan Kepala Distanak tersebut merupakan sebuah peristiwa hukum dan masuk dalam delik aduan umum. Adakah pelanggaran hukum? “Telah memenuhi. Telah memenuhi unsur-unsur pelanggaran hukum. Berat sekali itu dan harus mendapat hukuman. Penyidik  Polres Flotim seharusnya langsung masuk dengan melakukan pulbaket ketika persoalan ini  dibuka ke wilayah publik. Harus diingat, ada niat dan niat itu berkaitan dengan uang. Apalagi bila isi dalamnya sebagaimana informasi yang saya dapatkan, aduh, saya tidak tau omong lagi be,” ujar Bachtiar dengan ekspresi tidak simpatik.

Menyinggung pola pemulusan proposal untuk mendapatkan dana pusat sebagaimana yang kini  menjadi polemik tersebut,Bachtiar Lamawuran yang terkenal dengan panggilan Abbah Geng itu  lagi-lagi memperlihatkan ekspresi ketidaksukaannya  sembari menegaskan, cara tersebut hanya mau merusak wibawah Pemda Flotim di mata pusat.

“Kenapa tidak dikomunikasikan dengan baik dengan instansi teknis? Kadis memiliki konektivitas sangat baik dengan pihak Kementan. Artinya ketika naskah admnistrasi, baik yang muncul dalam rekomendasi atau surat pengantar atau struktur proposal tersebut bersama tanda tangan pejabat yang berwewenangnya berbeda dari hal yang terbiasa selama ini, otomatis pihak Kementan tidak mempercayainya itu dan melakukan cross check dengan dinas terkait. Artinya apa? Artinya kewibawaan kita (sedang tercoreng dalam peristiwa itu. Memalukan itu!,” sergahnya sembari meminta ketegasan dari pimpinan DPRD Flotim. (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment