Di Sulengwaseng,Telur Penyu ditangkar Dengan Ritual Adat

Penggalian sarang telur penyu oleh Tuan Tanah Desa Sulengwaseng,Kecamatan Solor Selatan,Kamis (7/6).Foto :BNN/Emnir.

Solor Selatan/BaliNewsNetwork.com-Sarang telur penyu yang ditemukan oleh Wilhelmus Woka Dewa (47),salah seorang nelayan asal desa Sulengwaseng,Kecamatan Solor Selatan pada Rabu (6/6) itu akhirnya digali.Prosesi penggalian itu dilakukan oleh Tuan Tanah desa Sulengwaseng.Demikianpun halnya ketika butiran telur penyu itu hendak ditangkar.Galian baru pun diawali dengan prosesi adat oleh tuan tanah.

Sebagaimana yang terlihat pada Kamis (7/6),setelah Tuan Tanah melakukan penggalian hingga mendapatkan  butiran telur penyu,penggalian selanjutnya dilakukan oleh siapa saja atas restu Tuan Tanah. Ada 130 butir telur penyu yang terbenam dalam sarang telur temuan Mus Woka Dewa itu.Telur-telur itu lalu dipindahkan ke lokasi bernama pantai  jalur gaza.

Di lokasi penangkaran itu,lagi-lagi Tuan Tanah berperan untuk menggali lubang tempat menyimpan 130 butir telur itu.Disaksikan aparat desa, BPD Sulengwaseng dan  beberapa nelayan,serta tim patroli gabungan dari unsur Dinas Perikanan Flores Timur dan WCS,130 butir telur penyu itu lalu ditangkar oleh Pokmaswas dan nelayan penemu.

Kepala Bidang Pengawasan Sumberdaya Perikanan dan Usaha pada Dinas Perikanan Flores Timur,Apolinardus Y.P Demoor kepada BaliNewsNetwork.com,Kamis (7/6) menguraikan sarang telur penyu itu mula-mula ditemukan oleh suami Theresia Solit Werang ketika berjalan di pinggir pantai,Rabu (6/6) sekitar pukul 16.00 wita.Dia lalu melaporkan temuannya itu kepada Ketua Pokmaswas dan perangkat desa Sulengwaseng.Selanjutnya informasi itu lalu diteruskan Pokmaswas ke pihak Dinas Perikanan hingga menurunkan tim patroli gabungan antara Dinas Perikanan dan WCS.

“Sampai lokasi,tim  melakukan diskusi sekaligus sosialisasi mengenai penangkaran semi alami agar telur penyu dapat terhindar dari ancaman perburuan.Setelah itu tim patroli bersama pemangku adat,nelayan dan perangkat desa Sulengwaseng bersama-sama menyaksikan pemindahan telur penyu itu secara adat.Demikianpun ketika membenamkannya di lokasi penangkaran,semuanya dengan prosesi adat yang dilakukan oleh Tuan Tanah setempat.”jelas Dus Demoor melalui saluran WhatsAppnya.

Komitmen perlindungan telur penyu dan penyu serta biota laut yang dilindungi pun terdaraskan dengan lantang oleh Tokoh Adat Lasarus Gula Melur (51).Oleh karena itu bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi adat.(Emnir).

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment