Diduga Terlibat Sindikat Peredaran Narkoba, Oknum Anggota Polsus Lapas Kerobokan Diadili

Terdakwa Fidel Ramos Sipayung (rompi merah) usai mengikuti sidang di PN Denpasar (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Oknum anggota Polsus Lapas Kelas II A Kerobokan, bernama Fidel Ramos Sipayung (27) hanya bisa tertunduk malu saat dihadapan di muka persidangan, Rabu (6/6). Pria kelahiran Bandar Jaya ini diadili karena diduga terlibat sindikat peradaran Narkotika.

Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya. Sementara terdakwa, dalam perkara ini didampingi pengacara Jansen Purba dan Raymon Simamora.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day terdakwa yang tinggal di Rumah Dinas LP Kerbokan, itu ditangkap pada tanggal 12 Februari 2018 silam.

Terdakwa ditangkap petugas dari BNNP Bali di pinggir Jalan Gunung Tangkuban Perahu atau tepatnya di areal parkir Lapas Kelas II A, Kerobokan.

Terdakwa ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika yaitu tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika.

Dalam dakwaan dipaparkan pula, sebelum dilakukan penangkapan terhadap terdakwa, petugas dari BNNP Bali menerima laporan dari masyarakat yang menyebut bahwa di areal pakir Lapas Kerobokan sering ada transaksi Narkotika.

“Atas laporan itu, petugas dari BNNP Bali langsung melakukan pengintaian disekitar parkiran Lapas Kelas II A Kerobokan,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Saat melakukan pengintaian itu, petugas melihat terdakwa keluar dari dalam Lapas dan berjalan menuju Jalan Raya dengan membawa gelas warna putih yang disimpan dalam plastik putih.

Karena gerak-gerik terdakwa dianggap mencurigakan, petugas BNNP yang sudah mengintai sebelumnya langsung menemui terdakwa dan menanyakan terkait barang yang dibawa oleh terdakwa.

“Karena jawaban terdakwa atas pertanyaan petugas tidak jelas, petugas lalu melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dibawanya itu,”ungkap jaksa dalam dakwaanya.

Saat dibuka, ternyata dalam gelas yang dibawa terdakwa berisikan Narkotika jenis shabu-shabu yang setelah ditimbang beratnya mencapai 44,70 gram netto.

Terdakwa kepada petugas mengaku bahwa, gelas putih yang berisikan Shabu itu adalah milik Imam Mazuki (Napi Kerobokan) yang diterima melalui Erik yang juga Napi di Lapas Kerobokan.

Dari pengakuan terdakwa, Shabu itu nantinya akan diberikan kepada seseorang yang sudah menunggu di depan Lapas. Petugas lalu meminta kepada terdakwa untuk menghubungi orang yang akan menerima barang terbut.

“Setelah berhasil menghubungi, terdakwa dan orang yang dihubungi tersebut sepakat untuk bertemu di galeri lukisan di parkiran LP Kerobokan,”ungkap JPU.

Tidak lama kemudian, datang seorang laki-laki yang diketahui bernama I Komang Amarta Yasa (terdakwa dalam berkas terpisah) dan langsung menganggukan kepala memberi tanda kepada terdakwa.

Selain itu, ditempat yang sama ada juga orang lain yaitu I Gusti Agung Bagus Kamesuara (terdakwa dalam berkas terpisah). Petugas BNNP langsung melakukan penangkapan terdakwa Amerta Yasa dan Kamesuara.

Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap Amarta Yasa dan Kamesuara. Hasilnya, petugas menemukan 77 butir ektasi yang disimpan dalam tas pinggang milik Amarta Yasa.

Sedangkan terhadapn Kamesuara, petugas hanya menemukan HP dan beberapa kartu ATM. Kepada petugas, Amarta Jaya dan Kamesuara mengatakan akan memberikan 77 butir ekstasi itu kepada terdakwa.

Atas perbuatan itu, terdakwa Fidel Ramos Sipayung dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika pada dakwaan kesatu dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang yang sama pada dakwaan kedua.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment