Usai Sidang, Keluarga Korban Pembunuhan Pukuli Para Terdakwa 

Polisi mengamankan salah satu terdakwa yang sempat dihajar keluarga korban (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus pembunuhan pensiunan polisi bernama I Made Suanda, Selasa (5/6) kembali digelar. Sidang masuk pada agenda pembacaan pembelaan atau pledoi dari pengacara para terdakwa.

Seperti biasa, sidang yang sebelumnya berjalan lancar, ricuh saat keempat terdakwa masing-masing; I Gede Ngurah Astika, Dewa Putu Alit, Putu Veri Permadi alias Veri dan Dewa Made Budianto alias Tonges digiring dari ruang sidang menuju sel tahanan sementara PN Denpasar.

Keluarga korban yang masih belum menerima atas kematian korban beramai-ramai mengejar para terdakwa dan menghujani dengan pukulah.

Sambil berteriak, salah satu anak korban terus mengejar para terdakwa hingga ke depan sel tahanan. Bahkwa salah satu terdakwa sempat menerima bogem mentah dari salah satu keluarga korban.

Beruntung, petugas polisi dan beberapa jaksa yang kebetulan ada diseputaran PN Denpasar langsung mengamankan para terdakwa hingga masuk kembali dalam sel.

Wanita yang diduga anak korban menangis usai melampiaskan kekesalan terhadap para terdakwa (BNN/pro)

Dari teriakan anak korban, diketahui mereka mengamuk karena tidak terima korban dibunuh.

Selain itu ada pula yang menyebut, keluar korban mengamuk karena pembacaan pembelaan/pledoi terlalu pelan sehingga keluarga korban tidak mendengar apa yang menjadi pembelaan pada terdakwa.

Seperti diketahui, JPU pada sidang sebelumnya menunut terdakwa I Gede Ngurah Astika yang merupakan otak pelaku dengan pidana penjara selama 15 tahun. Sedangkan tiga “anak buahnya” masing-masing dituntut 12 tahun penjara.

Keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa. Perbutan terdakwa melanggar Pasal 365 ayat (2) ke-2 ayat (3) KUHP. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment