Divonis 10 Tahun, Semiati, Anak Buah Istri Mang Jangol Pikir-pikir

Semiati menyatakan pikir-pikir atas vonis 10 tahun penjara yang diterimanya (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Semiati yang merupakan anak buah dari Ni Luh Ratna Dewi dalam kasus percobaan permufakatan jahat jual beli Narkotika, Senin (4/6) divonis 10 tahun penjara.

Tak hanya itu, majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa juga menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama empat bulan penjara.

Dalam amar putusnya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Gede Suriawan yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu.

Yaitu terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat melakukan tindak pidana Narkotika atau Prekusor Narkotika, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun majelis hakim tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa dalam surat tuntutanya.

Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Kejari Denpasar itu menuntut terdakwa yang tinggal di Jln. Pulau Batanta No 70 itu dengan pidana penjara selama 15 tahun. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,”sebut hakim dalam amar putusnya.

Atas putusnya itu, terdakwa melalui pengacaranya maupun jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir. begitu pula dengan jaksa.”Kami pikir-pikir yang mulia,”ujar Made Suardika.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Semiati diadili karena sebelumnya diduga terlibat jaringan peredaran Narkotika bersama istri dari Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol.

Semiati ditangkap polisi berawal dari ditangkapnya I Gede Juni Antara alias Katos. Saat ditangkap, Katos mengaku mendapat sabu sabu dari I Kadek Dendi Suardika (sudah divonis 5 tahun penjara) sekaligus mengantar polisi ke rumah rumah No. 70 Jalan Pulau Batanta tempat Juni Antara mendapat sabu tersebut.

Polisi lalu melakukan pengintaian disekitar rumah No.70 di Jalan Pulau Batanta tersebut. Nah saat melakukan pengintaian itu polisi melihat Rahman (terdakwa dalam berkas terpisah ). Kepada polisi Rahman mengaku tinggal di salah satu kamar kost di rumah tersebut bersama istrinya, terdakwa Semiati.

Tapi kepada petugas Rahman mengaku Semiati sedang tidak ada di rumah. Petugas tidak percaya begitu saja dan petugas masuk kedalam kamar kos tersebut. “Saat petugas masuk salah satu petugas mendengar ada barang jatuh di belakang dan langsung melakukan pengecekan,”kata Jaksa Kejari Denpasar itu.

Saat dilakukan pengecekan petugas menemukan Semiati dan langsung dilakukan interogasi. Saat ditanya, Semiati mengaku baru saja membuang sebuah tas mini belt warna biru, dan petugas meminta Semiati untuk mengambil tas yang dibuang itu. Dihadapan terdakwa Rahmah tas tesebut dibuka.

Setelah tas itu dibuka, didalamnya tas ada sejumlah barang. Seperti satu buah botol CDR dan sebuah botol Double Mint yang setelah dibuka berisikan 24 plastik klip yang berisi sabu sabu. Selain membuang tas yang berisikan sabu, Semaiti juga membuang buku catatan penjual sabu.

Semiati mengaku membuang tas atas perintah Rahman. dimana sebelum nya Rahman pernah berpesan kepada Semiati untuk membuang tas tersebut bila ada penggerebekan. Selain menemukan sabu, polisi juga menemukan uang senilai Rp 13 juta yang diakui terdakwa adalah uang hasil penjualan sabu.

Tak hanya itu, Semiati juga mengatakan bahwa barang bukti sabu yang ditemukan padanya itu sebelumnya didapat dari Ni Luh Ratna Dewi dan Jro Gede Komang Swastika yang juga tinggal di area Rumah No. 70 tersebut. Selain itu Semiati juga mengaku akan memberikan catatan penjualan dan uang Rp 13 kepada Ni Luh Ratna Dewi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment