Bawa Narkotika dari Malaysia, Bule Rusia Dituntut 20 Bulan Penjara

Dituntut 20 bulan penjara, bule Rusia ini langsung menyatakan ajukan pembelaan tertulis (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bule Rusia bernama Aleksander Shandrov (33) Narkotika jenis Psilosin seberat 0.33 gram dan Lisergida (LSD) masing-masing unkuran 0,5 cm x 0,5 cm dan 1 cm x 0,5 cm, Senin (4/6) dituntut hukuman satu tahun dan delapan bulan (20 bulan) penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus dihadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Tirta dalam amar tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagai penyalahgunaan Narkotika untuk dirinya sendiri.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui pengacaranya menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang selanjutnya. “Kami mengajukan pembelaan yang mulia,”sebut pengaracar terdakwa, Nyoman Dilla.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai saat tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 2 Februari 2018 sekira pukul 15.30 Wita.

Saat masuk di terminal kedatangan, dua orang petugas melihat gerak-gerik terdakwa sangat mencurigakan. Karena curigi, petugas lantas memeriksa barang bawaan terdakwa dengan menggunakan mesin X-Ray.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan terdakwa.

“Saat itu petugas menemukan satu bungkusan plastik warna putih berisi 3 kapsul yang mengandung sediaan narkotika,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa. Menariknya saat digeledah, petugas kembali menemukan Narkotika jenis Lisergida (LSD) yang disembunyikan pada bagian belahan pantat terdakwa.

Atas temuan itu, petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai melakukan penangkan terhadap terdakwa dan menyerahkan terdakwa ke Polda Bali untuk disidik lebih lanjut.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment