Bukan  Pemerasan, Nelayan Flotim Baru Berhadapan Dengan Operasi TNI AL

Perwira Operasi Lanal Maumere (Pasops) Mayor Laut (P) M.Agus Ilham.Foto:BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Pemberitaan BaliNewsNetwork.com edisi 25 Mei 2018  berjudul  Trauma Diperas Oknum AL, Nelayan Flotim Takut Melaut, mendapat bantahan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere. Setelah melakukan pengecekan kepada Komandan Pos  TNI Angkatan Laut  Lembata dan Flores Timur, ternyata apa yang dibeberkan beberapa nelayan kepada insan pers tersebut merupakan pengalaman baru mereka saat berhadapan dengan Standard Operating Procedure (SOP) TNI AL.

Perwira Operasi Lanal Maumere (Pasops) Mayor Laut (P) M. Agus Ilham kepada kepada wartawan di Larantuka, Sabtu (26/5) secara tegas mengungkapkan apa yang dikeluhkan para nelayan baik nelayan penangkap gurita asal desa Nusa Nipa (Tanjung Bunga) dan nelayan penangkap gurita asal Nanghale (Sikka) terkait tindakan anggota Pos Lembata dan Flotim dalam kegiatan operasi adalah bagian dari belum terbiasanya para nelayan berhadapan dengan pola atau gaya operasi ala TNI AL.

“Ya mungkin karena baru berhadapan dengan operasi ala kami (TNI AL). Bahwa apa yang diinstruksikan anggota TNI AL ketika melaksanakan operasi laut, itu merupakan Standard Operating Procedure (SOP). Selalu menggunakan senjata sembari memerintahkan para awak kapal berkumpul di haluan kapal adalah merupakan bagian dari SOP itu sendiri. Lanjutan dari tahapan itu,akan dilanjuti dengan pemeriksaan pada pangkalan terdekat.” papar Agus Ilham dengan terus menerus membantah tudingan akan adanya premanisme dan pemerasan baik kepada AW, AH maupun nelayan penangkap gurita asal Nanghale.

Terkait tindakan penggiringan kapal motor nelayan penangkap gurita asal desa Nusa Nipa dan Nanghale ke pos terdekat waktu itu  juga merupakan bagian dari SOP,karena ditemukan kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen  kapal secara lengkap. Bahkan kepada pemilik kapal dan para ABK-nya, pihak TNI AL Pos Lembata  (waktu itu)  memperingati mereka untuk segera mengurus kelengkapan dokumen kapal tersebut.

“Jadi tidak benar bila ada pemerasan dan premanisme dalam operasi sebagaimana yang dibeberkan para nelayan kepada teman-teman media itu.Yang benarnya adalah teman-teman nelayan mungkin merasa baru dengan gaya operasi ala kami (TNI AL), sehingga mereka menilai kasar, tegas dan sebagainya. Sebenarnya tidak. TNI AL adalah sahabat masyarakat, pelayan masyarakat dan selalu bersama masyarakat, terutama para nelayan. Namun pemberitaan ini memacu daya awas kami untuk selalu mawas diri dalam bertindak,” tandas Agus Ilham yang diamini oleh Danpos Lembata A.Rohman dan nelayan AW.(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment