Divonis Seumur Hidup, Budi Liman dan Iskandar Halim Ajukan Kasasi

Budi Liman Santoso dan Iskandar Halim (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua dari empat terdakwa kasus pemufakatan jual beli 19.000 pil ekstasi, Iskandar Halim dan Budi Liman Santoso tidak terima divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

Karena itu, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, Tetty Septriani Waraba sepakat mengajukan upaya hukum kasasi. Tetty yang ditemui di PN Denpasar beberapa waktu lalu mengatakan, kedua klienya tidak terima dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

“Untuk sementara alasan kami mengajukan kasasi karena kami tidak terima hukuman klien kami dinaikan menjadi penjara seumur hidup,” ujar Tetty yang ditemui usai mengambil salinan putusan PT untuk kedua terdakwa tersebut.

Kapan memory kasasi akan dikirim? Mengenai ini, Tetty mengatakan pihaknya masih mempelajari pertimbangan majelis hakim PT Denpasar dalam memutus perkara ini.

Sementara untuk dua terdakwa lainya, yaitu Deddy Setiawan dan Willy Akasaka apakah akan mengajukan kasasi, Tetty menjawab tidak tahu. “Saya nggak tahu karena bukan saya pengacaranya,” tandasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa ini bersama dua terdakwa lainya yaitu Dedy Setiawan dan mantan General Manager (GM) Akasaka, Abdul Rahman Willy alias Willy Akasaka divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar.

Keempat terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika, yaitu tanpa hak dan melawan hukum jual beli Narkotika.

Perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Atas vonis itu, hanya Willy Akasaka yang langsung menyatakan banding, sedangkan tiga terdakwa lainya menyatakan pikir-pikir.

Namun, jaksa yang sebelumnya menuntut agar ketiga terdakwa termasuk Willy Akasaka dipenjara penjara seumur hidup menyatakan banding. Banding jaksa akhirnya diterima oleh majelis hakim PT Denpasar dan mengubah putusan hakim PN Denpasar dari 20 tahun penjara mejadi seumur hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus 19.000 butir ekstasi yang menjerat Willy Akasaka dan tiga terdakwa lainnya itu sendiri terungkap ke publik setelah tim Mabes Polri dibakck up Polda Bali lakukan penggerebekan Diskotek Akasaka di Simpang Enam Jalan Teuku Umar Denpasar, 5 Juni 2017 lalu.

Dalam penggerebekan ini, GM Akasaka, Willy Akasaka, ditangkap petugas berikut barang bukti 19.000 butir ekstasi.

Dalam dakwaan JPU Nyoman Bela Atmaja cs di PN Denpasar, disebutkan perbuatan terdakwa Willy Akasaka terungkap setelah tertangkapnya Dedi Setiawan di Perum Metro Permata I, Jalan Raden Saleh Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Tangerang, Banten, 1 Juni 2017 pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Dedi Setiawan ditangkap dengan barang bukti narkotika jenis ekstasi warna hijau-merah muda berlogo wajah sebanyak 19.000 butir.

Bareskrim Mabes Polri lalu melakukan pengembangan, hingga diperoleh informasi dari Dedi Setiawan bahwa ekstasi 19.000 butir itu akan dijual melalui perantara Iskandar Halim dan Budi Liman kepada terdakwa Willy Akasaka.

Sebelum penangkapan, pada 31 Mei 2017 Budi Liman menghubungi Willy Akasaka dan mengatakan bahwa temannya, Iskandar Halim, menawarkan ekstasi kepada dirinya. Kemudian, Budi Liman menghubungi Willy Akasaka dan menawarkan 20.000 butir ekstasi.

Selanjutnya, 5 Juni 2017 pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Willy Akasaka kembali dihubungi oleh Budi Liman, yang intinya menyatakan barang ekstasi sudah ada di tangannya. Saat itu pula ditayakan kapan Budi Liman bisa membawakan barang haram tersebut.

Kala itu, Willy Akasaka mengatakan kepada Budi Liman bahwa dirinya ingin melihat sampel dulu dan cukup dibawakan beberapa butir ekstasi untuk dilihat. Mendengar jawaban Willy, Budi Liman pun berjanji segera akan mengantar sampel ekstasi ke Diskotek Akasaka.

Saat itu, Willy Akasaka menyuruh Budi Liman agar sampel ekstasi pesanannya diletakkan di tempat sampah dalam Room 26 Diskotek Akasaka. Usai bertemu Budi Liman dengan dua orang bersamanya, Willy Akasaka langsung mengantarkan ketiga orang tersebut ke Room 26 Akasaka.

Tak lama kemudian, datang petugas dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Bali menangkap Willy Akasaka berikut barang bukti 19.000 butir ekstasi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment