Agatha Nila Sukma M.Pd, Lestarikan Kearifan Lokal Lewat Tulisan

Agatha Nila Sukma M.Pd. Foto: BNN/Maksi Masan Kian

Jakarta/BaliNewsNetwork.Com-Semua pemerasaran pada Seminar Nasional Guru Pendidikan Dasar Berprestasi 2018, mengangkat tulisan – tulisan yang menarik di bidangnya masing- masing. Ada yang mengangkat tentang metode pembelajaran, model pembelajaran, media dan temuan-temuan hasil penelitian pembelajaran lainnya yang kreatif.

Adalah Agatha Nila Sukma M.Pd, salah satu pemerasaran perempuan, putri Bandar Lampung, yang berasal dari SMP Negeri 20 Bandar Lampung, tampil dengan warna sedikit  berbeda. Alumnus Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang ini mengangkat tulisan yang mengandung kearifan lokal daerah Lampung yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Ia berpendapat saat ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berdampak pada dekuktrasi atau lunturnya budaya termasuk kearifan lokal suatu daerah. Generasi muda yang sejatinya berperan sebagai pewaris tradisi dan budaya bangsa malah cenderung mengabaikan nilai – nilai kearifan lokal dan lebih mengidolakan moderenisasi.

Bagi Agatha dalam paparannya, luturnya budaya lokal juga berpengaruh pada pembentukan karakter siswa sebagai generasi pewaris budaya bangsa. Oleh sebab itu, menurutnya, pendidikan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian budaya bangsa, hendaknya mefasilitasi siswa di sekolah.

Apa kaitan nilai-nilai kearifan lokal dalam hubungan dengan Mata Pelajaran Bahasa Inggris yang diasuh olehnya..? Ia menjelaskan, keterkaitannya adalah pengembangan bahan ajar berupa teks naratif, tes deskritif, tes recount, dan teks prosedur yang bercirikan kearifan lokal Lampung. Penggunaan teks tersebut sejalan dengan model pembelajaran kontekstual dimana bahan ajar dikaitkan langsung dengan kehidupan siswa secara sosial dan budaya.

Hal yang memotivasinya untuk mengangkat kearifan lokal Lampung dalam teks pelajaran, selain alasan di atas , hal lain yang ia beberkan berdasarkan hasil pengamatannya di sekolah adalah anak lebih doyan bermedos, menyanyikan lagu-lagu hits moderen, memainkan alat musik moderen. Bahkan parahnya, permainan-permainan tradisional mulai dilupakan oleh anak-anak. Ini yang terus mendorongnya untuk mengangkat kearifan lokal sebagai solusi pelestarian budaya, sekaligus pengembangan karakter anak.

“Kearifan lokal yang kita miliki sangatlah beraneka ragam, karena Indonesia terdiri dari beragam suku, bangsa, ras dan agama. Dalam masyarakat Lampung sendiri, kearifan lokal dapat bersumber dari bahasa daerah, tarian, lagu, musik, cerita rakyat dan tradisi atau adat istiadat Lampung,” kata Agatha.

Ditemui di selah – selah kegiatan, Kamis (24/5/18) Ibu dari Bonafentura Makaio ini mengatakan, menyisipkan kearifan lokal Lampung dalam pembelajaran Bahasa Inggris menjadi suatu metode untuk ikut serta menjaga dan melestarikan potensu tradisi dan budaya. Agatha mengaku, hasil karya tulisannya bermanfaat pada bagaimana anak-anak mengenal cerita-cerita rakyat Lampung, mengenal tradisi atau budaya khas Lampung melalui tes deskripsi maupun recount dan ikut serta dalam pelestariannya, mengenal berbagai tempat wisata serta mampu melestarikannya, mampu menjelaskan langkah-langkah memasak makanan khas Lampung dan memperkenalkan tradisi, seni dan budaya Lampung ke dunia luar.

Agatha adalah salah satu peserta yang untuk pertama kalinya mengikuti ajang kompetisi di tingkat nasional. Dan ini baginya, sangat membanggakan.

“Ajang seminar nasional tahun ini menjadi pengalaman saya yang pertama kali dan luar biasa bangganya, bisa bertemu dengan guru- guru hebat se-Tanah Air di bidangnya masing masing. Momentum selama empat hari ini menjadi motivasi dan tambahan energi positif yang luar biasa untuk terus berkarya,” katanya.

Alumnus Sarjana Bahasa Inggris, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini, memiliki bakat menulis sejak di bangku SMP, dengan menghasilkan karya karya fiksi. Namun ia mengakui, sejak di bangku kuliah ia tidak aktif menulis tentang sastra karena dipadati tugas tugas perkuliahan.

“Ada bakat menulis, namun tidak terlalu aktif. Dengan jejaring seperti saat ini saya bermimpi akan membukukan karya Antologi Puisi saya yang ditulis dalam Bahasa Inggris, juga cerita rakyat Lampung yang ditulis dalam Bahasa Inggris.” kata Agatha Nila.

Istri dari Antonius Eko ini mengatakan, dengan melestarikan budaya, adat istiadat, dan keseniaan akan menjaga harkat dan wibawa negara. Menjaga dan melestarikan budaya kita, juga sebagai upaya meminimalisir klaim kepemilikan kekayaan kita oleh pihak luar. Ia berharap, tugas ini mesti menjadi perhatian bersama.

Agatha Nila Sukma, lahir di Bandar Lampung pada tanggal 5 April 1985. Ia menamatkan pendidikan SD Saverius Lubuk (1997), SMP Saverius Lubuk (2000), SMA Saverius Lubuk (2003). Tamat Sarjana di Universitas Sanata Dharma (2006), S2 Bahasa Inggris (2016). Agatha bisa menjadi contoh kepada guru-guru perempuan di Indonesia dalam mengembangkan bakat dan kemampuan di dunia menulis. (maksi)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment