Anggaran Besar Tapi Tak Ada Tanda  Perbaikan Mutu Pendidikan – Dirjen Minta Guru Refleksi

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI  Hamid Muhammad (tengah) saat membuka seminar nasional Guru Pendidikan Dasar Berprestasi 2018, Jakarta (22/05/2018). Foto: BNN/IST

Jakarta/BaliNewsNetwork.Com-Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hamid Muhammad, Ph.D menegaskan, masyarakat Indonesia saat ini sudah sangat kritis. Dan kekritisan mereka itu salah satunya berkaitan dengan mutu pendidikan. Sebab dari Rp 2000-an triliuan anggaran negara, 20% atau sekitar 445 triliun diplotkan pada bidang pendidikan.

“Ada pertanyaan yang berkembang di masyarakat, anggaran besar untuk pendidikan tapi tidak memberikan tanda-tanda perubahan atau perbaikan mutu pendidikan. Ini menjadi persoalan kita bersama,” kata Hamid Muhammad ketika membukan seminar nasional Guru Pendidikan Dasar Berprestasi 2018 di Hotel Millenium, Jakarta Pusat (22/05/2018)

Menurut Hamid Muhammad, sudah banyak dilakukan pihaknya dalam upaya perbaikan mutu pendidikan, baik dengan cara mengganti kurikulum, peningkatan fasilitas sekolah, hingga perbaikan kesehjateraan guru.

“Sudah saatnya guru guru se-Tanah Air berefleksi, apa yang dapat kita kontribusikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Setiap tahun, 70-an triliun digelontorkan untuk membayar sertifikasi guru, kita berharap anggaran sebanyak itu, perlahan mendorong guru untuk mampu berkarya secara profesional yang dapat mendongkrak mutu pendidikan. Sudah saatnya kita berkolaborasi dan jangan menyalahkan satu dengan yang lain, mari ambil peran sebagai pioner perubahan,”  kata Hamid.

Hamid Muhammad menambahkan,  seminar nasional seperti ini adalah forum yang ditunggu-tunggu oleh para guru karena sistem seleksinya berdasarkan kompetensi dan bukan penunjukkan langsung.

Pada kesempatan itu, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar sekaligus ketua panitia seminar ini, Drs. Anas M. Adam, M.Pd, menjelaskan, seminar nasional ini  diikuti oleh 179 peserta dari seluruh Indonesia termasuk dua peserta dari NTT yakni Maksimus Masan Kian, S.Pd. (guru SMPN 1 Lewo Lema, Larantuka) dan Nurdiyanto (guru SMP Negeri 2 Rote Tengah)

“Ada 862 guru se- Indonesia yang mendaftar, minus Maluku Utara. Dari tulisan yang masuk, tim menyeleksi dan melakukan pembobotan. Hasilnya 180 orang yang dinayatakan lolos. Dari 180 orang, kemudian1 orang menyatakan mengundurkan diri. Seleksi yang kami lakukan sangat transparan dan benar benar berdasarkan kualitas karya, tidak berdasarkan unsur nepotisme. 189 adalah guru dari Sabang sampai Merauke, minus Riau, Kalimantan Timur, dan Bangka Belitung, yang memang karya mereka tidak lolos satupun. Yang tidak berdasarkan penilain tim seleksi karena sistem copy paste. Mengambil tulisan orang lain dan mengirimnya. Maka mereka mereka itu dinyatakan tidak lolos,” kata Anas M. Adam.

Anas M. Adam  mengatakan, tujuan dilaksanakan seminar adalah untuk memotivasi guru dalam berkarir, membiasakan guru menulis karya ilmiah, memfasilitasi guru untuk mendiseminasikan gagasan, pengalaman terbaik dan hasil penelitian yang aktual dan memberi kesempatan kepada guru untuk berbagi (sharing) dan peduli (caring) terhadap peningkatan keterampilan di abad ke-21.

Anas M. Adam  menyampaikan bahwa peserta yang dilibatkan dalam kegiatan seminar adalah guru pendidikan dasar di Indonesia yang memiliki NUPTK. yang telah terdaftar secara online melalui laman: kesharlindungdikdas.id dan lolos seleksi administrasi, similarity dan penilaian makalah. (maksi)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment