‎Beli Motor Pakai Uang Palsu, Rohim Divonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa M Rohim bersama kuasa hukumnya (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama M Rohim akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Partha Bhargawa, Rabu (23/5).

Dalam amar putusnya, majelis hakim menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy Ellen Bawengan yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah mengedarkan uang palsu.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (3) UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sebagaimana dalam dakwaan ketiga.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun,”sebut hakim dalam amar putusnya. Putusan ini lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa.

Selain menghukum terdakwa dengan pidana penjara, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Freity S Kaseger maupun jaksa Peggy langsung menyatakan menerima.

“Kami menerima putusan ini yang mulia,”sebut pengacara asal Manado itu.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa, terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 15 Januari 2018 sekira pukul 20.30 Wita karena diduga mengedarkan uang palsu.

Perbuatan terdakwa berawal saat terdakwa membeli sepeda motor milik saksi korban Husein seharga Rp 14 juta. Terdakwa mengetahui korban menjual motor melalui situs jual beli online (OLX).

Singkat cerita, terdakwa bersama istrinya yang bernama Rosida Rohmawati menemui korban dengan maksud untuk melihat motornya.

Akhirnya, terdakwa dan korban sepakat melakukan jual beli motor dengan harga Rp 14 juta. Kemudian terdakwa menyerahkan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 133 lebar.

Setelah menyerahkan uang pembayaran, terdakwa langsung pergi meninggalkan korban. Celakanya, uang yang diberikan oleh terdakwa untuk membayar motor adalah uang palsu.

Lucunya lagi, keesokan harinya, terdakwa menjual sepeda motor yang dibeli dari saksi Husein kepada saksi I Putu Juli Arta Yasa dengan harga Rp 13 juta.

Nah, uang hasil menjual motor tersebut, oleh terdakwa digunakan untuk membayar hutang di Bank dan biaya sehari-hari.

Sementara saksi korban Husein setelah motornya dibayar dengan uang palsu, langsung melapor  ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu berada disalah satu penginapan di Jln. Tegal Dukuh VIII, Denpasar.

Saat ditangkap langsung dilakukan penggeledahan pada terdakwa dan kamar hotel tempat terdakwa menginap. Hasil penggeledahan polisi menemukan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 66 lembar.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment