Manager Operasional Judi Dingdong di JB Zone dan Belasan Anak Buahnya Diadili

Terdakwa Hartono Wijono alias Alex usai mengikuti sidang di PN Denpasar (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Manager Operasinola judi dingdong di JB Zone, Hartono Wijono alias Alex besama 14 anak buahnya, Selasa (22/5) diadili di PN Denpasar.

Dalam sidang pimpinan Hakim Ida Ayu Adnya Dewi masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Widana dan Asri Susantina.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, terdakwa Hartono Wijono alias Alex bersama 14 anak buahnya diamankan polisi pada tanggal 13 Januari 2018 sekira pukul 22.30 Wita di JB Zone di Jln. Setia Budi No. 234, Kuta, Badung.

Terdakwa bersama anak buahnya diamankan karena diduga melakukan tindak pidana perjudian. Yaitu dengan sengaja menawarkan atau meberi kesempatan kepada khalayak umum untuk permainan judi.

Perjudian dingdong yang digawangi terdakwa ini dibongkar polisi berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut adanya permainan judi dengan menggunakan mesin (dingdong) di JB Zone.

Atas laporan itu langsung dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan oleh petugas dari Dir Reskrimum Polda Bali.

Saat itu pula polisi mengamankan Alex yang menjabat sebagai manager operasonal JB Zone sejak 23 Desember 2017.

Dalam dakwaan disebut pula bahwa, tugas terdakwa adalah mengelola jalanya operasional dari mulai pemberian voucher,

pelaksanana permaian judi ketangkasan elektronik dan melaporkan, baik pengeluaran maupun keuntungan kepada Edi dan Soni (belum tertangkap) selaku pemilik usaha judi dingdong JB Zone.

Dijelaskan pula, di JB Zone dalam penyelenggara judi elektronik tersebut digunakan 3 mesin. Yaitu, mesin Paman, Doraemon dan Ikan.

Sementara cara bermain judi ketangkasan jenis permainan dingdong di JB Zone adalah pertama pemain menukar uang ke kasir dengan nilai Rp 100 ribu per 1 voucher.

Setelah menukar uang dengan voucher pemain lalu memanggil wasit untuk mingisi poin di mesin mana yang akan dimainkan oleh pemain.

“Setelah mesin terisi poin, makan pemain bisa memainkan ketangkasan sesuai yang pemain inginkan,”sebut jaksa Gusti Widana sebagaimana dalam dakwaanya.

Selanjutnya, apabila pemain kalah, makan pemain akan kembali ke kasir dan membeli voucher. Tapi sebaliknya, bila pemain menang, maka wasit akan memberikan voucher kepada pamain sesuai dengan sisa poin yang tertera pada mesin.

Sifat judi di yang digelar oleh JB Zone tersebut adalah untung-untungan, terbuka untuk umum dan dapat dimainkan oleh siapapun yang datang ke JB Zone yang buka setiap hari.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa Hartono Wijono alias Alex dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 2 UU RI. No. 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian pada dakwaan kesatu.

Serta Pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP Jo Pasal 2 UU RI No. 7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment