Maksi Masan Kian, Guru Kampung Berbagi Ilmu di Jakarta

Maksimus Masan Kian di depan podium arena seminar nasional Guru Diknas Berprestasi. Foto: BNN/IST

Jakarta/BaliNewsNetwork,Com-Dalam rangka melaksanakan pemberian penghargaan serta mefasilitasi pengembangan profesi guru, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar menyelanggarakan Seminar Nasional Guru Diknas Berprestasi.

Ketua Asosiasi Guru Penulis (Agupen)  Flores Timur Maksimus Masan Kian, S.Pd. dihubungi per telepon selularnya menjelaskan, tujuan seminar ini untuk memotivasi guru dalam berkarir secara berkelanjutan, memotivasi guru dalam menulis karya tulis ilmiah, mendiseminasikan gagasan atau hasil penelitian aktual, mefasilitasi guru dalam mendapatkan angka kredit dan memberikan pengalaman bersinergi penguatan akademik bagi guru dalam perspektif regional.

Disebutkan, peserta seminar adalah para guru SD dan SMP terpilih yang sebelumnya telah mendaftar, mengirim makalah, dan terpilih melalui seleksi secara daring/online pada website: Kesharlindungdiknas.id

“Saya mengirim tulisan sejak bulan Maret 2018, ada ribuan guru yang mengirim tulisan, dan berdasarkan hasil seleksi hanya 180 guru yang lolos. Dari NTT hanya dua orang, saya sendiri Maksimus Masan Kian (SMPN 1 Lewo Lema, Larantuka) dan Nurdiyanto (guru SMP Negeri 2 Rote Tengah),” tuturnya.

Seminar Nasional Guru Diknas Berprestasi ini dilaksanakan pada  22 – 25 Mei 2018 di Hotel Millenium Jakarta Pusat. Adapun kegiatan yang akan dilakukan di sana adalah persentasi tulisan melalui media power point (PPT) dan juga poster tentang tulisan atau makalah yang sudah dikirim ke panitia melalui website tadi.

Maksi-bagitu pria asal Desa Honihama, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, ini biasa disapa-terpilih sebagai salah satu dari dua wakili NTT karena artikelnya  berjudul “Gerakan Katakan dengan Buku dan Pelatihan Menulis Sebagai Solusi Awal Mengembangkan Gerakan Literasi Dasar di Sekolah 3T”, oleh panitia dinilai layak dan berkualitas karena memberi inspirasi bagi pengembangan dunia literasi.

“Saya bangga bisa berkompetisi di level nasional. Guru kampung yang bisa bersaing di kota. Ini menjadi motivasi yang baik untuk teman-teman lain di Flores Timur secara khusus, dan NTT secara umum untuk berkreasi melalui tulisan,” kata Maksi ketika dihubungi per telepon selularnya, Selasa (22/05/2018) malam. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment