Terima Pesanan Cairan Untuk Vape Mengandung Narkotika, Eks Marinir AS Dihukum 1,5 Tahun

Terdakwa bersama kuasa hukumnya (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork– Keita Stevenson Lovelace (45) terdakwa asal California, Amerika Serikat oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah atas kasus narkotika dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan atau satu setengah tahun (18 bulan).

Putusan yang dibacakan oleh hakim ketua Novita Riama SH, secara tidak langsung mementahkan pembelaan dari team kuasa hukumnya, Sarmila Tayeb yang sebelumnya memohon agar terdakwa direhabilitasi.

Namun demikian terdakwa bisa sedikit tersenyum karena putusan hakim ini lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhadi sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun.

“Bagaimana terdakwa, menerima putusan 1 tahun 6 bulan?” tanya hakim. Terdakwa yang saat itu tumben tanpa didampingi penerjemahnya langsung menyatakan menerima setelah mendapat penjelasan dari kuasa hukumnya.

Disebutkan terdakwa dalam kasus dugaan mengimpor Narkotika golongan I jenis Deltas 9 Tetrahydrocannabinol seberat 33,6 gram brutto.

Putusan tersebut sebagaimana diaebutkan dalam pasal 127 ayat (1) huruf a Undung-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus yang menjerat terdakwa ini bergulir ketika terdakwa yang tinggal di Perumahan Tirta Graha, Jalan Tirta Jaya 99X Iyas Bali Villa, Banjar Anyar Kaja, Kuta Utara, Badung, memesan alat hisap Vape, charger dan carthridge (vial) yang didalamnya berisi narkotika jenis Delta 9 Tetrahydrocannabino kepada Derik Crabs.

Paket kiriman yang tiba pada 30 September 2017 sekitar pukul 10.00 wita oleh petugas Kantor Pengawasan dan Pelanyanan Bea dan Cukai Type Madia Pabean Ngurah Rai dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan terhadap paket kiriman dari luar negeri yang masuk ke Kantor Pos Besar Renon, Denpasar lantaran adanya informasi yang mangatakan ada paket narkoba terkirim lewat pos dari luar negeri.

Dengan adanya informasi tersebut, petugas menyisir setiap paket pengiriman dari luar negeri. Dan mencurigai satu paket barang yang dikirim atas nama Stevenson Joel dan penerimanya terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1 buah kotak warna kuning yang bertuliskan Cafe Latte yang di dalamnya berisi 5 buah alat hisap, charger (pemanas).

Selain itu juga terdapat 20 buah cartridge (vial) berisi cairan warna kuning dengan berat keseluruhan 0,4 ml netto atau 0,4 gram yang diduga mengandung narkotika.

“Terhadap paket yang diduga mengandung narkotika tersebut dilakukan pengecekan dengan alat tes narkotika dan benar 20 buah cartridge (vial) berisi cairan warna kuning itu berisi narkotika,” kata Jaksa.

Terdakwa diamankan saat mengambil paket tersebut. Untuk kemudian dilakukan pengembangang di villa tempat tinggal terdakwa yang selama ini bekerja sebagai disainer.

Dari penggeledahan itu petugas kepolisian menemukan berupa sebuah vape berisi cairan warna kuning dengan berat 16,94 gram brutto atau 0,02 ml atau 0,02 gram netto mengandung narkotika Delta 9 tetrahydrocannabinol.

“Terdakwa mengimpor atau memasukan narkotika ke daerah pabean Indonesia secara ilegal dengan tidak memiliki izin dari menteri kesehatan,” demikian Jaksa Suhadi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment