Akses CCTV Tanpa Izin Pemilik, Dua Terdakwa dituntut 10 Bulan Penjara

Kedua terdakwa saat diadili di PN Denpasar (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terdakwa Komang Rudiawan (21) dan Deni Gusti Alit (23) yang membobol akses data kamera pengintai (CCTV) di rumah milik korban Elly Rahmawati akhirnya oleh jaksa Kejati Bali dituntut hukuman masing-masing 10 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suhadi dan Martinus dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpian Dewa Budi Watsara menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah mengakses data atau sistem elektronik berupa CCTV milik orang lain dengan cara apa pun dan merugikan korban.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 30 Ayat 1 jo Pasal 46 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tenang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan,”sebut jaksa dalam surat tuntutanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perbuatan terdakwa berawal saat korban yang bernama Elly Rahmawati meminta kepada saksi I Wayan Tilung Udiyana untuk mengaktifkan CCTV yang sudah terpasang di rumahnya di Jalan Ciung Wanara IV No. 7 Denpasar.

Atas permintaan Elly, saksi Udiyana lalu menghubungi toko Dewata Komputer di Jalan Sudirman Blok A, No. 53 A, Denpasar.

Kemudian pada tanggal 28 Desember 2017 sekira pukul 13.20 Wita pemilik toko meminta kedua terdakwake rumah korban untuk mengecek instalasi jaringan CCTV.

“Setelah melakukan survei atau pengecekan instalasi CCTV, kedua terdakwa kembali ke toko dan diikuit oleh saksi Udiyana,”sebut Jaksa Suhadi sebagaimana tertuang dalam dakwaanya.

Kedatangan saksi Udiyana ke toko milik I Ketut Budiasa adalah untuk membayar biaya aktifasi plus biaya lain agar CCTC bisa diakses melalui hanphone (HP).

Setelah itu pada tanggal 29 Desember 2017, kedua terdakwa datang ke rumah korban dan melakukan aktifasi terhadap CCTV tersebut.

Namun, tanpa seizin korban dan alasan untuk mempermudah pengecekan arah dan posisi CCTV, terdakw Deni Gusti Alit meminta kepada terdakwa Komang Rudiawan untuk mendowload aplikasi “xmeye”.

Singkat cerita terdakwa I berhasil mendowload aplikasi xmeye dan berhasil melakukan akses CCTV melalui HP miliknya. Setelah aktifasi CCTV dirumah terdakwa selesai, ternyata kedua terdakwa tetap masih menggunakan HP milik terdakwa I untuk mengakses CCTV milik korban.

Pada tanggal 7 Januari 2017, korban yang mulai curiga bahwa CCTV milik bisa diakses orang lain, korban meminta kepada saksi Udiyana menghubungi toko Dewata Komputer dan meminta password yang digunakan mengkoneksi CCTV dengan HP.

“Kedua terdakwa sempat datang ke rumah korban, namun saat ditanya apa passwordnya, keduanya mengaku lupa,”sebut Jaksa Kejati Bali itu.

Korban mulai curiga bahwan CCTV miliknya ternyata tidak hanya bisa terkoneksi dengan HP miliknya, tapi juga bisa dengan HP milik orang lain.

Setelah itu ditanyakan kepada terdakwa, diketahui bahwa terdakwa I mengaku bahwa CCTV tersebut sebelumnya juga sempat diakses melalui HP miliknya.

“Setelah dilakukan pengecekan terhadap HP terdakwa I, ternyata benar di HP tersebut telah tersimpan beberapa gambar hasil rekaman pada CCTV yang terpasang dirumahnya.

Namun karena kedua terdakwa tidak memiliki izin mengakses CCTV milik korban, maka kedua terdakwa akhirnya harus mendekam dalam penjara.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment