Simpan Sabu dan Ekstasi, Tukang Tempel Dituntut 15 Tahun Penjara

Andy Irawan masih bisa tersenyum meski dituntut 15 tahun penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria kelahiran Banjarmasin 37 tahun lalu bernama Andy Irawan ini akhirnya bisa bernafas lega.

Pasalnya, dia yang sebelumnya terancam hukuman penjara seumur hidup, dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya, Kamis (16/5) dalam amar tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya diatas 5 gram.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,”sebut Jaksa Kejati Bali ini.

Tak hanya itu, jaksa juga memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana denda Rp 1 miliar.”Apa bila tidak dibayar diganti dengan hukuman 6 bulan kurungan,”pungkas Jaksa.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi tim pengacara dari Posbakum Peradi Denpasar itu menyatakan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sementara dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dimuka sidang terungkap, terdakwa ditangkap pada tanggal 29 Januari 2018 silam sekira pukul 15.15 wita di sebuah kamar kost di Jln. Sanggalangit I Gang IA, Penatih, Denpasar Timur.

Dijelaskan pula dalam dakwaan, sebelum terdakwa ditangkap, petugas dari Direktorat Narkoba Polda Bali menerima laporan dari masyarakat yang menyebut ada seseorang dicurigai sebagai palaku tindak pidana Narkotika sedang berada di sekitar Penatih.

Atas laporan itu langsung dilakukan penyelidikan dan pengamatan. Hasilnya di kamar kost D4 lantai 2 Jln. Sanggalangit, Penatih, polisi berhasil mengamankan terdakwa berikut barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Barang bukti sabu yang ditemukan di kamar kost terdakwa tersebut disimpan dibeberapa tempat.

Dan setelah dilakukan penimbangan, barang bukti sabu yang ditemukan di kamar kost terdakwa beratnya adalah 313,52 gran netto dan 110 butir ekstasi.

Kepada petugas, terdakwa mengaku mendapat sabu dan ekstasi dari seseorang yang bernama Bayu (DPO).

Bayu, menurut pengakuan terdakwa sudah dua kali memberi terdakwa Narkotika untuk ditempel dibeberapa tempat sesuai perintahnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment