Palsukan Identitas dan Jaminan Kredit, Wanita Ini Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Terdakwa Kadek Citra Dewi alias Ida Ayu Astini (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kade Citra Dewi, perempuan 33 tahun keliharan Gianyar ini akhirnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heppy Maulia Ardani dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun).

Dalam amar tuntutanya yang dibacakan dimuka sidang menyatakan, terdakwa Kade Citra Dewi terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 378 KUHP. Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa Kejari Denpasar itu terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Yang memberatkan perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian pada PT. BPR Saptacristy Utama.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan, mengakui perbuatanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,”sebut jaksa dalam amar tuntutanya.

Dalam surat tuntutan diuraikan pula, aksi tipu menipu yang dilakukan terdakwa ini berawal pada saat terdakwa mendatangi BPR. Saptacristy Utama (SU) di Jln. Raya Abien Base pada tanggal 19 November 2014 sekira pukul 10.00 Wita.

Tujuan terdakwa mendatangi BPR. SU ini adalah untuk mengajukan permohonan kredit. Saat itu, terdakwa mengaku bernama Ida Ayu Astini.

“Terdakwa juga mengaku memiliki usaha dagang pakaian di Pasar Gawung, Sukawati,”tutur jaksa.

Selain itu, terdakwa juga mengaku tinggal di Jln. Gunung Merbabu Gang 1 C No. 4B, Denpasar sesuai dengan foto copy KTP, KK yang digunakan untuk melengkapi persyaratan kredit tersebut.

Dengan berbekal nama dan persyaratan kredit palsu, terdakwa yang sebenarnya tinggal di. Banjar Bandung Desa Siangan, Kecamatan Gianyar mengajukan permohonan kredit sebesar Rp 150 juta.

Sementara yang menjadi jaminan untuk meminjam uang adalah sebuah mobil Fortuner warna hitam metalik tahun 2010 atas nama Ida Bagus Raka dengan alamat di Jln. Gunung Merbabu.

Terdakwa mengatakan bahwa mobil itu adalah miliknya dan pada saat pengajuan kredit sedang dibawa oleh Ida Bagus Raka (DPO). Singkat cerita dilakukan pencocokan data oleh tim survey dari BPR terebut.

Petugas survey bernama I Made Suardita lalu mendatangi alamat sesuai yang tercantum dalam KTP yang dijadikan persyaratan mengajukan pinjaman itu. Namun Suardita tidak menemukan alamat yang sesuai dengan KTP tersebut.

“Lalu petugas survey menghubungi terdakwa melalui telepon, tiba-tiba terdakwa keluar dari salah satu rumah dan mengaku rumah itu adalah miliknya,”sebut jaksa.

Singkat cerita pengajuan kredit terdakwa dikabulkan dengan jaminan sebuah mobila Fortuner. Namun pada tanggal 26 Nopember 2014 terdakwa tidak melakukan pelunasan pembayaran.

Terdakwa malah meminta perpanjangan kredit hingga dua kali jatuh tempo. Hal itu membuat pihak Bank curiga dan melakukan peninjauan ulang terhadap permohonan kredit yang diajukan terdakwa.

Akhirnya diketahui bahwa, permohonan kredit yang diajukan terdakwa ternyata dilakukan dengan menggunakan KTP, KK dan BPKB mobil palsu. Atas temuan itu pihak Bank akhirnya melaporkan terdakwa ke polisi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment