Belum Juga Termanfaatkan, Bangunan Pasar Larantuka jadi WC Umum,Pedagang Prihatin

Kondisi fisik bangunan pasar Larantuka,hasil proyek TA 2017 yang diabadikan,Kamis (17/5).Foto :BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Bangunan pasar Larantuka hasil  mega proyek   di dua Tahun Anggaran (TA)  berturut-turut masing-masing  2016 dan 2017,belum juga termanfaatkan. Kemegahan bangunan itu pun kini berganti kumuh, tak terurus. Beberapa ruangan dari los pasar tersebut  berganti fungsi sebagai wc umum. Kumuh dan memprihatinkan !

Suwarni (47),pedagang bawang asal Jawa Tengah ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com,Kamis (17/5) mengaku sangat prihatin dengan kenyataan belum termanfaatkannnya  los pasar tersebut.

“Semakin lama dibiarkan,fisik bangunannya pasti akan semakin rusak dan kumuh.Banyak komponen kamar(kios)  seperti rolldown dan komponen lainnya telah mengalami kerusakan parah.Kasihan kan,dibangun hanya untuk rusak ? Lebih bagus segera dibagikan agar masing-masing pedagang dapat menjaga dan memelihara kios atau kamar yang dikontrakan mereka.”ujar Suwarni seraya mengarahkan wartawan untuk meninjau isi dalam areal proyek tersebut.

Seperti halnya Suwarni, Laswardin (53) pedagang pakaian asal Buton  pun mengimpikan untuk segera menempati kamar baru hasil  proyek  tersebut. Sayang kerinduan Laswardin dan pedagang lainnya itu belum bertepi.Entah sampai kapan ?

“Di sini sepih,tidak seperti  dulu ketika kami masih di bawa sana (lokasi proyek),ramai.Namun entah sampai kapan,tetapi jujur,saya pingin segera berjualan di bawa sana.Lebih ramai,semua  pembeli terhimpun dalam kawasan,tidak seperti di sini,dipasar relokasi ini yang menyebar dan berjauhan.Belum beli saja,pembeli telah capeh duluan akibat mondar-mandir dengan jarak yang berjauhan. !”ujarnya dengan terus menerus bernostalgia tentang berkah di lokasi yang belum termanfaatkan itu.

Hasil pantauan BaliNewsNetwork.com,banyak pintu kios (rolldown) yang sebelumnya telah terpasang di setiap kamar los pasar tersebut telah rusak.Ada kamar yang tidak terlihat lagi rolldownnya. Di sejumlah kamar,terlihat dengan jelas kotoran manusia bertebaran aneka rupa dan warna.Bila melintasi areal tersebut,tercium  aroma busuk ,tajam menyengat ! Kesan kumuh terlihat sangat jelas.

Demikianpun halnya dengan kemegahan banguan tersebut,kini mulai rapuh seiring dengan terhapusnya cat dari dinding-dinding bangunan pasar itu.Begitu pula dengan pernak-pernik listrik.Hancur berantakkan ! (Emnir).

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment