Pengelolaan Dana Desa 2017, di Titehena Berakhir Utang

Mantan Kepala Desa Titehena ,Rokus Rage Manuk (berbaju Merah)  ketika sedang diwawancarai wartawan BaliNewsNetwork.com,Senin (14/5) .

Solor/BaliNewsNetwork.com-Rahmat Dana Desa bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,ternyata terbalik untuk desa Titehena di Kecamatan Solor Barat,Flores Timur. Pengelolaan dana desa Tahun 2017 justru berujung keributan klarifikatif akibat utang yang bertebaran dari pekerjaan fisik pembangunan BumDes dan Sumur Bor. Upah Tukang belum terlunaskan hingga kini karena kehabisan dana !

Mantan  Kepala Desa Titehena,Rokus Rage Manuk kepada BaliNewsNetwork.com, Senin (14/5) di sela-sela kesibukannya mengakui kenyataan tersebut. Dirinya bahkan kaget ketika memerintahkan Pelaksana Tugas Bendaharanya untuk membayarkan apa yang menjadi hak para tukang setelah  mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, namun mendapat menjawaban bila uang sudah habis.

Soal besaran utang,Rokus Manuk merincikan untuk paket pekerjaan pembangunan Sumur Bor dari total anggaran untuk upah tukang Rp 253.000.000, baru terbayarkan Rp.200.000.000. Masih ada sisa  Rp 53.000.000. Demikianpun yang belum terbayar untuk tukang batu dan tukang kayu pada pekerjaan BumDes di antaranya untuk tukang atas nama Lius (pintu dan jendela) masih sekitar Rp.9.000.000 dan tukang batu berkisar pada Rp 19.000.000.

“Saya kaget ketika Plt.Bendahara bilang uang sudah tidak ada. Kog bisa ? Terus uangnya lari kemana? Katanya karena pembengkakan pembelanjaan. Saya minta kwitansi pembelanjaannya,namun sampai kini,sampai saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Kades,kwintansi itu belum diserahkan ke saya.Demikianpun laporan dari TPK.Ketika saya mintakan,alasanya masih dalam buraman,namun hingga kini pun tidak ada LPJ mereka. Dan tentang hal ini,saya sudah jelaskan sebanyak 3 kali dalam forum rapat klarifikasi desa,namun Pemerintah Desa yang baru terus mengundang saya,bahkan sampai umumkan lewat pengeras suara untuk memberikan klarifikasi. Klarifikasi soal apa lagi ?” ujarnya menyesalkan langkah Pemdes Titehena tersebut yang terkesan lebih mencari kesalahan dirinya ketimbang mengambil langkah bijak sebagai solusi dari kemelut yang sedang dihadapi itu.

Kepala Desa Titehena,Damianus Basa Belang ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com usai pertemuan klarifikasi ke-5,Senin (14/5) pun menyesalkan ketidakhadiran mantan kepala desa pendahulunya itu .Maksud diselenggarakan rapat klarifikasi ini bukan untuk menghakimi namun untuk mengurai kemelut  yang sedang terjadi ini ke arah penyelesaiannya .

“Karena masalah ini berurusan dengan uang yang adalah utang desa kepada pihak ketiga,sedangkan tidak ada satu dokumen pun yang diserahkan terkait hal ini (dan hal-hal lainnya) kepada kami,maka kami mengundang mantan Kades bersama Plt.Bendahara dan perangkat lainnya untuk hadir dalam rapat klarifikasi itu.Bila mantan Sekertaris yang merangkap sebagai Plt.Bendahara itu hadir,mantan kades tidak hadir,dan sebaliknya.Bagaimana kita bisa mengurainya bila informasi yang disodorkan sepotong-sepotong.Makanya kami terus mengundang.Tidak ada kepentingan lain,selain kepentingan desa Titehena ini.”tandas Kades Dami Basa Belang sembari membeberkan  bila sudah dua kali mantan kades tersebut tidak menghadiri rapat klarifikasi ini.

Mediasi persoalan yang terjadi di desa hasil pemekaran dari desa Kalelu tersebut pun telah berkali-kali di fasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Solor Barat.Dan pada Pertemuan klarifikasi ke-5 itulah,forum rapat lalu memutuskan untuk menyerahkan persoalan ini ke Irda Flotim.(Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment