Ketahuan Transaksi Sabu dengan Napi Lain, Pedagang Nasi di LP Diadili

Terdakwa Ni Putu Suartini yang sempat kencing di celana saat diperiksa di pos pemeriksaan LP Kerobokan (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwrok-Ni Putu Suartini (42) yang masih tercatat sebagai warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Kerobokan, Denpasar kembali diadili di PN Denpasar.

Pasalnya, wanita asal Luwus ini ketangkap basah melakukan transaksi jual beli Narkotika di dalam LP dengan Napi lain yang tidak diketahui dengan jelas.

Sidang, Rabu (16/5) masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa. Dihadapan majelis hakim pimpinan Gede Ginarsa, walaupun sudah ketangkap basah, terdakwa tetap saja tidak mengakui perbuatanya.

Terdakwa yang disebut-sebut pedagang nasi di LP Kerobokan itu beralasan, tidak mengerahui bila dalam uang yang digunakan untuk membayar nasi ternyata terselip satu pekat sabu seberat 0,05 gram.

“Memang terdakwa tahu berapa uang yang diberikan untuk membayar,”tanya jaksa yang dijawab terdakwa tidak tahu.

“Terus kenapa tidak dihitung,”tanya jaksa lagi yang dijawab terdakwa sudah percaya penuh pada si pebeli nasi tersebut.

Tapi terdakwa mengakui sempat ngompol saat diinterogasi petugas LP. “Saya kalau tidak tahan kecing memang suka ngompol,”ungkap terdakwa dimuka sidang.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa I Putu Gede Suriawan terungkap, terdakwa ditangkap saat melakukan transaksi Narkotika dengan Napi lain pada tanggal 21 Oktober 2017 di LP Kelas II A Denpasar.

Penangkapan terdakwa berawal saat saksi Devi Utari (petugas LP) sedang melakukan kontrol di dalam Lapas perempuan.

Pada saat itu saksi melihat terdakwa menerima sesuatu dari seroang laki-laki yang tidak dikenal.

“Laki-laki itu sempat menoleh ke arah saksi dengan tatapan yang mencurigakan dan langsung pergi,”ungkap jaksa dalam dakwaanya.

Lalu saksi memanggil terdakwa dengan bertanya.”Apa yang kamu bawa” yang dijawab terdang “uang bu,”.

Karena masih merasa curiga, saksi membawa terdakwa ke ruang pemeriksaan untuk diperiksa lebih lanjut.

Menariknya, saat diperiksa diruang pemeriksaan terdakwa malah ngompol. Akhirnya saksi membawa terdakwa ke kamar mandi untuk diperiksa lebih lanjut.

Saksi lalu meminta terdakwa mengeluarkan sesuatu yang ada di kantong celananya. Terdakwa mengeluarkan sejumlah uang senilai Rp 27 ribu yang masih terlipat-lipat. Saksi lalu memita terdakwa membuka semua lipatan uang itu.

Setelah lipatan uang dibuka, saksi melihat ada satu bungkusan plaster warna putih.”Saksi meminta terdakwa membuka bungkusan plaster itu yang ternyata di dalamnya berisi sabu sabu,”ungkap JPU.

Atas temuan itu, saksi langsung menghubungi Polres Badung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Terdakwa mengaku mendapat sabu itu dari seorang laki-laki yang juga berada dalam Lapas saat terdakwa memberikan lalapan.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment