Simpan Kokain dan Sabu Puluhan Gram, Ricky Wijaya Hanya Dituntut 15 Tahun Penjara

Terdakwa Ricky Wijaya yang dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork- Seorang pria bernama Ricky Wijaya Atmadja (32) benar-benar bernasip mujur. Pasalnya, dengan barang bukti Narkotika jenis kokain dan sabu yang cukup banyak, dia oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina hanya dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Padahal terdakwa sendiri sebagaimana dalam dakwaan jaksa mengaku barang bukti Narkotika yang ditemukan di kamarnya itu dibeli dari seseorang dan akan jual kembali.

Selain itu saat dilakukan penggeledahan, di kamar terdakwa ditemukan timbangan elektrik dan plastik klip kosong.

Namun, dihadapan majelis hakim, Jaksa Kejari Denpasar itu menyatakan, terdakwa yang tinggal di Jln. Bhineka Jaya Gang VIII No. 7 terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan alternatif.

Yaitu menyimpan, memiliki, menguasai dan menyediakan Narkotika Golong I yang beratnya lebih dari 5 gram.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,”sebut jaksa dalam surat tuntutanya.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga menuntut agar terdakwa yang lulus DIII Manajemen Informatika itu untuk membayar denda Rp 1,5 Miliar.

“Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,”kata jaksa.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa bedampak negatif bagi Bali dan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatanya, sopan dalam persidangan, dan terdakwa masih mudah sehingga diharapkan mampu memperbaiki diri.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Benny Hariyono menyatakan akan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa sebelumnya, terdakwa ditangkap polisi pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 sekira pukul 10.30 Wita di Jln. Tukad Balian Gang 36 A.

Dalam dakwaan disebut pula, penangkapan terdakwa berawal dari ditangkapnya Lina Lailatul Hikmah (terdakwa dalam berkas terpisah). Lina Lailatul ditangkap di kamar kost terdakwa.

Dari tangan Lina Lailatul petugas mengamankan 1 buah plastik klip yang didalamnya berisikan satu butir happy five (H5) dan satu buah pipet berisi sabu.

Polisi lalu melakukan penggeledahan di kamar kost tersebut. Dari hasil penggeledahan polisi menemukan 1 buah dompet yang berisikan 17 plastik klip yang berisikan serbuk putih yang diduga kokain.

Polisi kembali menemukan sebuah dompet yang didalamnya berisikan 8 plastik klip yang didalamnya juga berisikan kokain dan 15 plastik klip yang dialamnya berisikan sabu-sabu.

Jumlah keseluhan barang bukti yang berhasil ditemukan di kamar kost terdakwa adalah 12,88 gram sabu dan 19,51 gram kokain.

Selain menemukan barang bukti Narkotika, polisi juga menemukan 35 buah pipa kaca, 2 buah bong, 3 buah timbangan elektrik, 8 plastik klip kosong, dan 4 buah lakban.

Saat ditanyakan kepada saksi Lina Lailatul Hikmah terkait barang bukti kokain dan sabu sabu yang ditemukan polisi, saksi mengatakan semua itu adalah milik terdakwa.

Atas pengakuan itu dilakukan penangkapan terhadap terdakwa di kamar kost Latipah (sudah divonis) di Jln. Tukad Balian Gang 36 A. Setelah itu, terdakwa dibawa ke kamar kostnya di Jln. Bhineka, Badung.

Terdakwa mengakui bahwa barang bukti sabu dan kokain yang ditemukan di kamarnya adalah miliknya yang dibeli dari orang yang bernama Doni dengan harga Rp 25 Juta. Oleh terdakwa barang itu akan dijual kembali.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment