Mantan Kades Titehena Kesal diburu Soal Utang

Mantan Kepala Desa Titehena,Solor Barat,Flores Timur,Rokus Rage Manuk.Foto:BNN/doc.

Solor/BaliNewsNetwork.com-Mantan Kepala Desa Titehena,Kecamatan Solor Barat,Kabupaten Flores Timur,Rokus Rage Manuk mengaku sangat kecewa dengan usaha Pemerintah Desa  setempat yang selalu memburunya terkait dengan sejumlah item pekerjaan di Tahun 2017 yang belum terbayarkan (utang). Buntut dari kekecewaaanya itu, Rokus Manuk lantas memilih untuk menjauh dari forum rapat desa dengan agenda tunggal  klarifikasi tentang utang-utang itu.

Sebagaimana yang terjadi pada Senin (14/5), Rokus Rage Manuk tidak menghadiri rapat klarifikasi ke-5 seperti halnya di rapat klarifikasi ke-4. Apa alasannya ? Kepada BaliNewsNetwork.com, peternak Sapi perdana di pulau Solor  itu mengaku telah memberikan penjelasan klarifikatifnya kepada masyarakat sebanyak 3 kali, yakni  klarifikasi pertama yang dihadiri oleh Camat Solor Barat dan Kasie Trantib, Sidang Kedua yang dihadiri Kapolspol dan Babinsa, dan pada sidang ketiga yang hanya dihadiri Babinsa.

“Tentang utang itu, saya sudah memberikan penjelasan kepada mereka (Pemdes dan warga) sebanyak 3 kali baik di rapat pertama, kedua maupun ketiga. Pada rapat ke-4 dan ke-5, mantan Kepala Desa Titehena itu tidak muncul.Tiga kali saya menjelaskan persoalan tersebut,koq bisa tidak ada solusi ? Kenapa saya harus terus disudutkan,sedangkan saya sudah menjelaskannya tiga kali dalam forum klarifikasi desa ? Mengapa belum mengertinya juga? Dan kenapa saya terus menerus dipanggil untuk memberikan klarifikasi itu” sergah Rokus Manuk.

Tentang besaran utang, Rokus menguraikan pada item kegiatan fisik pengerjaan Sumur Bor, Pemdes dan rakyat Titehena  menyepakati anggaran sebesar Rp 275.000.000  dengan upah tukang  sebesar Rp. 253.000.000 .Anehnya hinggga pekerjaan selesai,tukang hanya dibayar Rp 200.000.000 dengan meninggalkan utang sebesar Rp 53.000.000.

“Padahalnya saya selalu bilang ke bendahara kalau pekerjaan telah selesai,langsung bayar.Saya justru kaget ketika  Mas Herry dan para tukang dalam kampung datang dan menagih sisa hak mereka itu.Dan Plt.Bendahara menyampaikan uangnya sudah habis ? Saya tanya kenapa habis? Dirinya menjawab akibat kelebihan pembelanjaan.Saya donder terus,mana bukti kwitansinya? Saya mintakan waktu itu,namun hingga detik ini apa yang saya minta,tidak pernah diberikan !’tandasnya sembari menambahkan,semuanya itu telah dijelaskannya secara detail  pada rapat klarifikasi pertama,kedua dan ketiga.

Lain Rokus Rage Manuk,lain warga desa Titehena dan Pemerintah Desanya.Karena mengabaikan undangan untuk memberikan penjelasanya  atas permasalahan tersebut,maka warga lantas memutuskan untuk menyerahkan penelusuran dugaan penyimpangan tersebut kepada Irda Flores Timur. (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment