STMIK STIKOM Bali Memenuhi Syarat Menjadi Universitas

Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyalami seorang wisudawan dalam Wisuda XXII STMIK STIKOM Bali di Nusa Dua, Sabtu, 12 Mei 2018.

Denpasar/BNN-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali atau biasa disebut dengan STIKOM Bali saja ternyata kini sedang ancang-ancang menuju univeristas. Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan wisuda, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti-yayasan yang menaungi STIKOM Bali-Prof. Dr. I Made Bandem, MA mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan perubahan status STIKOM Bali dari sekolah tinggi menjadi institut. Namun, setelah semua persyaratan terpenuhi, STIKOM Bali malah diminta menjadi univeristas. Hal itu dilakukan setelah mendengar masukan dari Menteri Ristek dan Dikti Prof. Muhamad Nasir, Ph.D saat mengunjungi STIKOM Bali pada 02 Februari 2018.

“Perkembangan dan situasi STIKOM Bali sangat memenuhi syarat jadi universitas. Nanti akan ada merger dengan grup STIKOM lain, yakni Politeknik Ganesha Guru dan Politeknik Nasional. Sekarang dalam proses menuju transformasi ke universitas,” jelas Dadang Hermawan dalam Wisuda ke-22 STIKOM Bali di Nusa Dua, Sabtu,12 Mei 2018.

Sementara itu dalam wisuda kali ini, STIKOM Bali melepas 262 mahasiwa dari dua program pendidikan, yakni Diploma III, Strata I. Rinciannya, 260 sarjana komputer (S.Kom) dan 2 orang ahli madya komputer (A.Md.Kom). Dari 260 sarjana komputer tadi, 164 orang dari Program Studi Sistem Informasi dan 96 orang dari Program Studi Sistem Komputer. 10 orang di antaranya memperoleh dua gelar yakni Sarjana Komputer (S. Kom) dari STIKOM Bali dan Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University Kuala Lumpur, Malaysia. “Yang membanggakan kami, dua orang dari STIKOM Bali lulus dengan predikat First Class Honours atas nama Gede Rian Divayana dan Second Upper Honours atas nama Carolina Tania Ryan Wilami, dari semua mahasiswa asing di Help University,” kata Dadang Hermawan.

Dengan demikian, sejak berdiri pada 10 Agustus 2002 lalu, hingga kini STIKOM Bali meluluskan 4.980 alumni, terdiri dari 4.330 sarjana komputer dan 647 ahli madya komputer. Saat ini, total mahasiswa STIKOM Bali mencapai 6.500 orang.

Wisuda ke-22 STIKOM Bali

Dadang Hermawan berharap, wisuda ini tidak menjadi momentum akhir bagi para alumni. Tetapi menjadi momentum awal untuk belajar yang lebih luas lagi karena akan terjun langsung ke masyarakat, baik sebagai pekerja maupun sebagai pengusaha. Apalagi di era saat ini yang sangat ketat kompetisinya, wisudawan harus terus belajar di mana pun dan kapan pun agar berwawasan luas dan mempunyai skill yang mumpuni. Dengan demikian, setiap kompetisi dan tantangan yang ada dapat dijawab secara positif dan penuh tanggungjawab. “Harapan kami agar para alumni ini dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat di lingkungan dan bagi bangsa dan negara,” harapnya.

“Semua lulusan STIKOM Bali terserap di dunia kerja. Paling lambat 40 hari alumni STIKOM Bali ini sudah diterima atau dapat pekerjaaan atau meciptakan lapangan kerja sendiri. Apalagi, rata – rata setiap hari tiga perusahaan minta alumni STIKOM via surat, email atau datang langsung,” demikian Dadang Hermawan menggambarkan larisnya lulusam STIKOM Bali.

Dadang menyebut, dalam mempersiapkan tenaga terampil di bidang IT, STIKOM Bali tidak hanya memberikan materi berupa ketrampilan menguasai dunia teknologi informasi. Namun juga membekali mahassiwa dengan ketrampilan soft skill sebagai penyeimbang, seperti mata kuliah keagamaan, kewiraan, Pancasila dan etika profesi. Sebab, tantangan yang ada di dunia profesional bukan hanya kompetisi, namun juga tantangan lain yang sifatnya negatif. “Perkembangan IT seperti pisau bermata dua. Di STIKOM Bali, untuk mencegah penyalahgunaan IT, ada mata kuliah agama, mata kuliah etika profesi dan Pancasila serta kewiraan,” jelas Dadang Hermawan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Made Bandem MA memaparkan beberapa prestasi mahasiswa STIKOM Bali belakangan ini. Antara lain, menjadi juara lomba aplikasi Asian Games 2018 karena menciptakan aplikasi Games Conect sehingga mahasiswa tersebut diundang ke Swedia sebagai hadiah. Aplikasi tersebut memberikan semua informasi tentang Asian Games 2018, seperti jadwal pertandingan, tempat pertandingan, harga tiket, hasil pertandingan, tempat penginapan dan sebagainya. Mahasiswa STIKOM Bali juga menjuarai starting LINE di Jakarta sehingga diundang ke kantor [usat LINE di Tokyo, juga sebagai hadiah. Terakhir tiga mahasiswa STIKOM Bali yang meciptakan prototype digitalisasi koperasi menjadi juara favorit dalam ajang Informatics and IT Festival and Arkavidia 2018 di ITB. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment