Kuota Diklat BST dan SKK 60 Mil Untuk Flotim Ditambah

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka,Simeon B.Baon (kiri) bersama Kepala BP2IP Tangerang,Johni pada di acara pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat,BST dan SKK 60 mil di Larantuka,FLotim,Senin (7/5).Foto :BNN/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tingginya minat warga Flores Timur dan Lembata  untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kompetensi keselamatan dasar  (BST) Kapal Motor Layar dan kompetensi kecakapan (SKK) 60 Mil yang diselenggarakan Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang (7-14 Mei 2018),mengundang haru Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka,Simon B Baon,S.Sos.MH  yang  akhirnya langsung berkoordinasi dengan pihak Kemenhub serta BP2IP untuk menambah kuota peserta diklat tersebut.

Jalinan koordinasi  yang dilakukan Simon B.Baon itu  mendapat restu pihak BP2IP Tangerang. Sebagaimana yang tersampaikan Simon Baon dalam sambutnnya di acara pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat, rencana Diklat gelombang kedua akan terjadi pasca perayaan Ramadhan mendatang.

“Tadi dalam perjalanan ketika menjemput Bapak Kepala BP2IP Tangerang  Bapak Jhoni ,saya menyampaikan permintaan ini.Dan puji Tuhan,permintaan tersebut pun diamini oleh Pak Jhoni dan pelaksanaan Diklat gelombang kedua akan terjadi setelah Hari Raya Ramadhan.”ungkap Simon Baon berbinar-binar seraya mengucapkan terima kasihnya kepada Kementerian Perhubungan,BP2IP Tangerang yang sangat peduli dengan persoalan masyarakat di wilayah otoritas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka itu.

Untuk diketahui,Diklat BST KML dan SKK 60 mil tahap pertama diperuntukkan bagi 500 peserta .Namun akibat tingginya animo warga, serta atas restu pihak BP2IP Tangerang,Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Larantuka mengakomodir 690 peserta dari pendaftar  700an orang.

“Kami sangat senang mengikuti kegiatan ini karena untuk kepentingan kami sendiri.Kami melaut dengan aman,sehingga konsentrasi kami untuk meningkatkan penghasilan dapat tercapai.Saya bersyukur karena terakomodir di gelombang pertama ini.Apalagi kecakapan ini tanpa dipungut biaya alias gratis.”ujar Awaludin dan Deus Werang,nelayan asal desa Lohayong Solor Timur dan Ritaebang,Solor Barat.(Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment