Bawa 3 Butir Psilosin, Bule Rusia Terancam 15 Tahun Penjara

Terdakwa saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya usai mendengarkan dakwaan jaksa (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bule Rusia bernama Aleksandr Shandrov (33), Senin (7/5) diseret ke PN Denpasar untuk diadili.

Sebab pria berperawakan tinggi kurus ini ketangkap basah membawa 3 butir obat yang diduga Narkotika jenis Psilosin seberat 0.33 gram.

Selain itu, saat ditanggkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, 2 Februari 2018 lalu, terdakwa juga membawa 2 lembar Narkotika jenis Lisergida (LSD) masing-masing unkuran 0,5 cm x 0,5 cm dan 1 cm x 0,5 cm.

Akibat perbuatanya itu, Jaksa Penuntut Umum Agustinus Yohanes Jehamat yang diwakili JPU Suhadi dan Martinus menjerat terdakwa dengan 3 pasal berlapis.

Yaitu Pasal 113 ayat (1) UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada dakwaan pertama, atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) ke 1 huruf a UU RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada dakwaan kedua atau ketiga.

Atas jeratan pasal tersebut, terdakwa yang didampingi 3 pengacara itu terancam hukuman 15 tahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Ketut Tirta terungkap, terdakwa ditangkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai saat tiba dari Kuala Lumur, Malaysia tanggal 2 Februari 2018 sekira pukul 15.30.

Saat masuk di terminal kedatangan, dua orang petugas melihat gerak-gerik terdakwa sangat mencurigakan. Karena curigi, petugas lantas memeriksa barang bawaan terdakwa dengan menggunakan mesin X-Ray.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan terdakwa.

“Saat itu petugas menemukan satu bungkusan plastik warna putih berisi 3 kapsul yang mengandung sediaan narkotika,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa. Nah, saat digeledah, petugas kembali menemukan Narkotika. Yaitu jenis Lisergida (LSD) yang disembunyikan pada bagian belahan pantat terdakwa.

Atas temuan itu, petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai melakukan penangkan terhadap terdakwa dan menyerahkan terdakwa ke Polda Bali untuk disidik lebih lanjut.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment