Maling 2 Buah Handphone Milik Anggota Polisi, Upik Divonis 6 Bulan Penjara

Terdakwa Muhamad Rofiq alis Upik yang divonis 6 bulan penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Muhamad Rofiq alias Upik yang dijadikan terdakwa karena mengambil Handphone (Hp) milik angota polisi bernama I Ketut Juniartha, Senin (30/4) divonis hukuman 6 bulan penjara. Menariknya meski dinyatakan terbukti bersalah, terdakwa bisa tersenyum lega.

Dalam sidang, majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Dipa Umbara yang menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 362 KUHP.

Namun setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim menyatakan tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa, yaitu 1 tahun penjara. Majelis hakim memangkas hukuman 1 tuntutan JPU menjadi 6 bulan penjara.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 6 bulan,” sebut Hakim Kawisada dalam amar putusnya.

Atas putusan itu tanpa pikir panjang terdakwa yang berprofesi sebagai penjual es kelapa muda itu langsung menyatakan menerima.

“Saya menerima hukuman ini yang mulia,”kata terdakwa. Sementara JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun menyatakan pikir-pikir. Dan atas putusan ini, maka tidak lama lagi terdakwa akan menghirup udara bebas.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula saat terdakwa yang beralamat di Jln. Suwung Batankendal, Denpasar itu menemukan tas yang diketahui milik I Ketut Juniartha pada hari Selasa, 5 Desember 2017 sekira pukul 17.30.

lalu terdakwa lalu membuka tas tersebut dan mengambil barang-barang berup dua buah handphone, satu buah headset dan pengecasan Hp.

Menariknya, sebagaimana tertuang dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Ubara, isi tas tersebukan ternyata bukan hanya barang-barang yang diambil terdakwa.

Selain dua unit HP, headst dan pengecasan HP, dalam tas tersebut ternyata juga berisikan barang-barang sebagai berikut ; satu pucuk senjata api dinas jenis Rev 38 SPC/C.PP Nomer : 680501 serta 12 butir peluru.

Sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan dimuka sidang, dalam tas milik korban juga berisikan SIM A dan C, KTA, KTP, sebuah dompet yang berisikan uang tunai Rp 1 juta, BPKP dan kunci mobil, cicin emas, uang Rp 300 ribu serta kalung berlian dan liontin seharga Rp 50 juta.

Dalam dakwaan, tidak disebutkan bahwa terdakwa mengambil sepucuk senjata api. Terkait hal ini, saat dikonfirmasi kepada Jaksa I Made Dipa Umbara, membenarkan bahwa terdakwa tidak mengambil senpi tersebut.

Senpi tersebut diambil orang lain. “Orang yang mengambil saat ini sedang diproses diproses di kepolisian,”sebut Jaksa Kejati Bali itu.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment