Anak Buah Ratna Dewi Dituntut 15 Tahun, Pengacaranya Ajukan Pembelaan Tertulis

Terdakwa Semiati yang dituntut 15 tahun penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Semiati yang merupakan anak buah dari Ni Luh Ratna Dewi dalam kasus percobaan permufakatan jahat jual beli Narkotika, Senin (30/4) dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Gede Suriawan dalam amar tuntutan yang dibakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menyatakan terdakwa yang tinggal disalah satu kamar kos di Jln. Pulau Batanta No. 70 Denpasar itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau

pemufakatan jahat melakukan tindak pidana Narkotika atau prekusor Narkotika, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam dakwaan kesatu. Tau melanggar Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,”kata jaksa Kejari Denpasar.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman denda senilai Rp 1 miliar.”Apa bila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,”ujar Jaksa Sutiawan.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, JPU terlebih dahulu mempertimbangkan hal hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan Narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan, mengaku berterang dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Sementara atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya Made Suardika Adnyana menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang pekan depan.

Menurut Suardika, tuntutan 15 tahun buat terdakwa Semiati sama sekali tidak mencerminkan rasa keadilan baginya. Sebab, jika memang dalam perkara ini dikatakan ada pemufukatan jahat, setidaknya semua yang terlibat dalam pemufukatan ini dituntut sama rata.

“Kalau disebut pemufakatakan jahat, agar bisa mencerminkan rasa keadilan, semua yang terlibat harusnya dituntut sama. Nah, karena alasan itu kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis,”sebut Pengacara Asala Bangli ini.

Sementara itu sebagaimana diberitakan sebelumnya, penangkatan terhadap terdakwa Semiati berawal dari ditangkapnya I Gede Juni Antara (sudah dituntut 8 tahun penjara).

Saat ditangkap, Katos mengaku mendapat sabu sabu dari I Kadek Dendi Suardika (sudah divonis 5 tahun penjara) sekaligus mengantar polisi ke rumah rumah No. 70 Jalan Pulau Batanta tempat Juni Antara mendapat sabu tersebut.

Polisi lalu melakukan pengintaian disekitar rumah No.70 di Jalan Pulau Batanta tersebut. Nah saat melakukan pengintaian itu polisi melihat Rahman (terdakwa dalam berkas terpisah ).

Kepada polisi Rahmanmengaku tinggal di salah satu kamar kost di rumah tersebut bersama istrinya, terdakwa Semiati.

Tapi kepada petugas Rahman mengaku Semiati sedang tidak ada di rumah. Petugas tidak percaya begitu saja dan petugas masuk kedalam kamar kos tersebut.

“Saat petugas masuk salah satu petugas mendengar ada barang jatuh di belakang dan langsung melakukan pengecekan,”kata Jaksa Kejari Denpasar itu.

Saat dilakukan pengecekan petugas menemukan Semiati dan langsung dilakukan interogasi. Saat ditanya, Semiati mengaku baru saja membuang sebuah tas mini belt warna biru, dan petugas meminta Semiati untuk mengambil tas yang dibuang itu. Dihadapan terdakwa Rahmah tas tesebut dibuka.

Setelah tas itu dibuka, didalamnya tas ada sejumlah barang. Seperti satu buah botol CDR dan sebuah botol Double Mint yang setelah dibuka berisikan 24 plastik klip yang berisi sabu sabu.

Selain membuang tas yang berisikan sabu, Semaiti juga membuang buku catatan penjual sabu.

Semiati mengaku membuang tas atas perintah Rahman. dimana sebelum nya Rahman pernah berpesan kepada Semiati untuk membuang tas tersebut bila ada penggerebekan. Selain menemukan sabu, polisi juga menemukan uang senilai Rp 13 juta yang diakui terdakwa adalah uang hasil penjualan sabu.

Tak hanya itu, Semiati juga mengatakan bahwa barang bukti sabu yang ditemukan padanya itu sebelumnya didapat dari Ni Luh Ratna Dewi dan Jro Gede Komang Swastika yang juga tinggal di area Rumah No. 70 tersebut. Selain itu Semiati juga mengaku akan memberikan catatan penjualan dan uang Rp 13 kepada Ni Luh Ratna Dewi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment