Ditemukan  0,92 Gram Sabu di Rumahnya, Pria Ini Dituntut 15 Tahun Penjara

I Ketut Mangku Suciata yang dituntut hukuman 15 tahun penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Ketut Mangku Suciata (35) yang menjadi terdakwa dalam kasus Narkotika benar-benar bernasib sial. Sebab, dengan barang bukti yang tidak terlalu banyak, yaitu 0,92 gram, pria yang beralamat di Perum Sekar Prima 1 B Jalan Trengguli ini dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Dalam sidang, Senin (30/4), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Suasti Ariani dihadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemufakatakan jahat tanpa hak melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika golongan I bukan tanaman.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan ancam dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan pertama.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun,”sebut Jaksa Kejati Bali itu dalam amar tuntutanya.

Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 10 miliar. “Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,”sebut jaksa dalam surat tuntutanya.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, jaksa menyebut perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan Narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa menyesal dan mengakui terus terang perbuatannya dan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara I Ketut Dody Artha menyatakan mengajukan pembelaan secara tertulis. “Kami mengajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,”sebut pengacara muda itu.

Dalam surat tuntutan dibeberkan pula, terdakwa yang berprofesi sebagai sopir pariwisata itu ditangkap polisi pada tanggal 14 Desember 2017 silam sekira pukul 21.30 di rumahnya. Saat itu langsung dilakukan penggeledahan oleh petugas.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan tiga paket sabu. Dua paket berwarna biru yang berisihkan sabu masing-masing dengan berat 0,38 gram dan 0,36 gram, sedangkan satu paket warna hijau berisikan sabu sebarat 0,18 gram sehingga berat keseluruhan adalah 0,92 gram netto.

Terdakwa mengakui barang bukti itu adalah miliknya yang didapat dari Kadek Sugiartha (terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai bonus dari hasil menempel sabu bersama ) Kadek Sugiartha.

Dari pengakuan terdakwa itu polisi akhirnya bergerak menuju ke rumah Kadek Sugiartha di Jalan Nangka Permai No 5. Dari hasil penggeledahan di rumah Kadek Sugiartha polisi menemukan 24 paket sabu yang dibungkus kresek. Selain itu petugas kembali menemukan 64 paket sabu yang disimpan di plafon bale-bale.

Sehingga total sabu yang ditemukan di rumah Kadek Sugiartha adalah 83,91 gram netto. Saat ditanya, Made Sugiartha mengaku mendapat sabagian sabu itu dari seseorang yang bernama Bayu (belum tertangkap). Dari pengakuan Kadek Sugiartha, seminggu sebum ditangkap, dia menghubungi terdakwa untuk bersama sama mengambil Sabu di depan Benoa Square.

Tiga hari kemudian Kadek Sugiartha bersama terdakwa diminta oleh Bayu untuk membuat 10 paket sabu yang kemudian ditempel di Jalan Ayani dan Anyelir. Bahwa hasil dari menempel itu terdakwa mendapat upah melalui Kadek Sugiartha.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment