Pesan Sabu Saat di Mobil Tahanan, Napi Wanita Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Suratin (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Apa yang dilakukan Narapidana (Napi) bernama Suratin (41) benar-benar nekat. Sebab wanita kelahiran 5 November 1976 ini berani memesan sabu saat masih berada dalam mobil tahanan.

Akibatnya, dia pun kembali menjalani persidangan dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ika Lusiana Fatmawati mendakwa terdakwa dengan dua Pasal yaitu Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam dakwaan kesatu.

Dan Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang yang sama pada dakwaan kedua. Dalam sidang yang yang digelar beberapa waktu lalu itu dipimpin oleh Hakim I Ketut Tirta dan masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa.

Terungkap dalam dakwaan, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa yang masih berada dalam mobil tahanan hendak pulang usai menjalani sidang di PN Denpasar ditawari sabu oleh Deni Septian (DPO), Rabu (3/9/2017) lalu.

“Deni Septian menawarkan sabu kepada terdakwa, terdakwa mengiyakan dan memesan 1F seharga Rp 1.200.000,”ungkap jaksa Kejari Denpasar itu.

Selanjutnya terdakwa bersama Deni Septian bertemu di Masjid dalam Lapas Kerobokan dalam sebuah acara pengajian.

“Pada saat pertemuan itu terdakwa memberi uang kepada Deni Septian,”kata JPU. Usai menerima uang, Deni berkata kepada terdakwa bahwa nanti sekitar 15.00.Wita akan melempar barang pesanan terdakwa tembok Lapas.

Nah, usai terdakwa mengikuti pengajian, terdakwa langsung masuk ke dalam Lapas dan menunggu kiriman barang dari Deni Septian. Benar saja pada waktu dan jam yang dijanjikan terdakwa melihat ada benda jatuh dari luar tembok dan terdakwa langsung mengambilnya.

Setelah terdakwa mengambil barang yang diketahui adalah sabu sabu, terdakwa masuk kedalam sel dengan menggunakan sabu tersebut.

Selanjutnya pada tanggal 13 September 2017 sekitar pukul 10.00 Wita, terdakwa juga kembali menggunakan sabu sebelum berangkat menuju PN Denpasar untuk menjalani persidangan.

Walau sudah menggunakan sebanyak dua kali, ternyata masih ada sisahnya. Nah, sisa sabu terbit oleh terdakwa disimpan di lipatan lengan baju.

“Rencananya sabu itu akan dipakai terdakwa di dalam sel PN Denpasar, “sebut JPU dalam surat dakwaanya.

Sampai di sel tahanan PN Denpasar terdakwa tidak bisa menggunakan sabu karena tidak ada orang yang membawakan alat untuk menghisapnya. Karena tidak ada alat hisap, terdakwa kembali membawa sabu itu pulang ke Lapas.

Tapi apes, saat terdakwa menjalani pemeriksaan petugas Lapas sebelum masuk ke dalam, petugas mendapati sabu yang disimpan terdakwa dilipatan tersebut dengan berat 0,60 gram. Atas temuan itu petugas Lapas langsung melaporkan ke Polisi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment