Dengan Seabrek Hal-hal yang Meringankan, Adik Tiri Mang Jangol Divonis 5 Tahun Penjara

Kadek Dandy Suardika alias Dandy (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kadek Dandy Suardika alias Dandy, adik tiri dari Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, akhirnya divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi, pada sidang, Selasa (17/4).

Majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan, terdakwa Dandy yang beralamat di Jln. Pulau Batanta No. 70 itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat, menjual, membeli, menerima penjadi perantara atau menyerahkan Narkotika.

Perbuatan terdakwa malanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebelum menjatuhkan putusan, hakim terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan seabrek hal hal yang meringankan.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sednag giat-giatnya memberantas narkoba. Sedangkan seabrek yang hal yang meringankan adalah.

Terdakwa sopan selama persidangan, mengakui terus terang perbuatanya sehinga memperlancar persidangan, benjanji tidak mengulanginya lagi dan yang terakhir terdakwa masih mudah sehingga masih bisa memperbaikia diri.

“Oleh karena itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun,”sebut Hakim Adnya Dewi dalam amar putusnya.

Selain dihukum penjara, majelis hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 10 miliar.”Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 bulan,”tandas Hakim.

Atas putusnya itu, terdakwa yang didampingi pengacara Iswayudi Eddy P dkk., langsung menyatakan menerima, sedangkan Jaksa I Made Lovi Puswan yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7,5 tahun menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan sebelumnya menyatakan terdakwa yang tinggal di Jalan Pulau Batanta No. 70 Denpasar itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu.

Yaitu melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (2) UU RI. No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan (7,5) tahun,”tegas Jaksa Kejari Denpasar itu.

Takhanya itu, JPU juga menuntut agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 1 miliar.“Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,”tegas JPU.

Sementara itu sebagaimana terungkap dalam dakwaan JPU yang dibacakan dimuka sidang memaparkan, sebelum terdakwa dingkap, pada hari Kamis 2 November 2017 sekitar pukul 22.00 Wita di rumhanya, terdakwa terlebih dahulu menghubungi Ni Luh Ratna Dewi dan mengatakan kehabisan sabu.

“Dijawab oleh Ratna Dewi ya, nanti saya kasih,”sebut JPU sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan.Kemudan Ratna Dewi meghubungi Jro Komang Gede Swastika untuk meyerahkan sabu kepada terdakwa sebarat 2 gram.

Permintaanitu diiyakan oleh Jro Gede Swastika dan langsung memberikan sabu kepada terdakwa.“Saat itu Jro Komang Swastika mengatakan kepada terdakwa, ni tolong jualin,”ungkap JPU.

Setelah menerima 2 gram sabu tersebut, terdakwa memecah-mencah menjadi 9 paket. Terdakwa sendiri ditangkap polisi setelah polisi menangkap I Gede Juni Antara alias Katos. Saat Katos ditangkap, kepada petugas mengaku mendapat paketan sabu dari terdakwa.

Atas pengakuan itu, petugas pada tanggal 4 November 2017 melakukan penangkapan terhadap terdakwa di Jln. Pulau Bantanta No. 70. Dari tangan terdakwa, petugas berhasil megamankan barang bukti narkotika dan uang Rp 1.700.000.

Tak haya itu, petugas juga berhasil mengamakan barang bukti air soft gun dan dua peluru revolver dan 1 selongsong peluru. Terhadap barang bukti narkoba yang diamankan tersebut, setelah ditimbang beratnya adalah 0,14 gram.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment