Bule Rusia “Penelor” Hasish Terancam 15 Tahun Penjara

Bule Rusia penelor Hasish ini terancam 15 tahun penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bule Rusia bernama Andrei Tobolin (29), Selasa (17/4) diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili.

Bule yang beralamat di Sity Orenburg Street Rjad 7a Rusia itu didakwa melakukan tindak pidana Narkotika.

Dalam sidang pimpinan Hakim Ni Made Purnami itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta yang diwakil Jaksa Sastradi.

Dalam dakwaan yang dibacakan dimuka sidang terungkap, terdakwa ditangkap pada tanggan 14 Januari 2018 sikira pukul 11.30 Wita di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali.

Terdakwa ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana memproduksi, mengimpor, mengekspor Narkotika golongan I jenis hasish sebarat 389,14 gram broto.

Dalam dakwaam terungkap pula, sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa bersama barang bawaanya itu pada tanggal 14 Januari 2017 berangkat dari Katmandu, Nepal dengan menumpang pesawat Malindo Air dengan tujuan, Denpasar, Bali.

Keesokan harinya sekitar pukul 11.30 terdakwa tiba di Bali. “Saat tiba di Bandara Ngurah Rai, terdakwa langsung menuju terminal kedatangan Internasional,”sebut Jaksa Kejati Bali itu.

Saat di terminal kedatangan, dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray, baik kepada terdakwa maupun barang bawaanya.

“Saat itu salah satu petugas Bea dan Cukai melihat terdakwa gelisah dan menunjukan gelagat yang mencurigakan,”sebut jaksa.

Atas alasan itu, petugas lalu membawa terdakwa ke ruang pemeriksaan. Namun saat diperiksa, petugas tidak menemukan barang-barang yang mencurigakan.

Selanjutnya, terdakwa dibawa ke RS BIMC di Jln. Bypass Ngurah Rai untuk dilakukan Rontgen/CT Scan.

Nah, hasil Rontgen/CT Scan tersebut ditemukan benda yang mencurigakan didalam saluran pencernakan terdakwa.

Atas temuan itu, selanjutkan dilakukan upaya pengeluaran terhadpa benda tersebut dengan memberi obat pencahar kepada terdakwa.

Tidak lama kemudian dari lubang anus terdakwa keluar plastik bening yang didalamnya berisikan Narkotika jenis hasish sebayak 63 bungkas.

“Setelah dilakukan penimbangan terhadap Hasish tersebut beratnya mencapai 386,41 gram,”ungkap Jaksa Sastradi.

Atas temuan itu, terdakwa oleh petugas Bea dan Cukai diserahkan ke Polda Bali untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatan itu, terdakwa oleh Jaksa dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment