Nyaris Perkosa Bule,  Driver Transport Online Divonis 5,5 Tahun Penjara

Terdakwa Edison Lumban Batu akhirnya divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Edison Lumban Batu (23), driver transportasi online (Grab) yang sebelumnya ditangkap karena hendak memperkosa mahasiswi asal Turki, berinisial GB, di kawasan Jalan Uluwatu II seberang gang Buana Sari, Jimbaran, Kuta Selatan, Senin (16/4) diganjar hukuman 5 tahun dan 6 bulan (5,5 tahun) penjara.

Majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi dalam amar putusnya menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 285 KUHP Jo Pas 53 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan jaksa.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Edison Lumban Batu dengan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan,”tegas Hakim Adnyadewi.

Menanggapi putusan itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukimnya, I Ketut Dody Arta Kariawan maupun JPU sama-sama menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan upaya hukum selanjutnya.

Sebagaimana surat dakwaan Jaksa yang dibacakan di hadapan Majelis Hakim diketuai Ida Ayu Adnya dewi, bahwa kasus ini berawal saat korban yang tinggal di Jalan Uluwatu II gang Buanasari nomor 88 Jimbaran, Kuta memesan ojek Grab dari Mall Bali Geleria Kuta sekitar pukul 16.30.

Tujuannya ke Bali Buda Sanur. Sesampainya di Bali Buda Sanur sekitar pukul 17.30, korban kembali memesan ojek Grab dengan tujuan Jimbaran (kos – kosan korban).

Dalam perjalanan menuju Mc Donald, Edison Lumban Batu sang driver grab membelokkan sepeda motornya ke kanan. Sedangkan korban meminta diantar ke kos. Sesampainya di TKP, tepatnya di semak-semak dekat Hotel Muvenpik korban diturunkan dan mau diperkosa.

“Korban sempat melawan sehingga korban sempat menggigit lidah terdakwa hingga hampir putus. Sedangkan korban luka pada bagian kepala dan tangan bagian jari – jari akibat dibenturkan ke tanah oleh terdakwa,”terang Jaksa Wirayoga.

Selanjutnya korban lari meninggalkan terdakwa Edison Lumban Batu kesemak hingga akhirnya bertemu dengan salah satu saksi Petrus yang kebetulan berada di sekitar TKP dan diantar ke rumah sakit Kasih Ibu Kedonganan oleh saksi untuk mendapatkan perawatan.

Kemudian selain membawa korban ke RS, atas peristiwa itu, saksi kemudian melaporkan ke Babinkamtibmas Kedonganan dan selanjutnya diteruskan ke petugas SPKT Polsek Kuta Selatan, pada Senin (13/11) sekitar pukul 21.30.

Melakukan penyelidikan, polisi kemudian menangkap terdakwa di RSUP Sanglah Denpasar saat terdakwa sedang menjalani perawatan.

Mendengar surat dakwaan JPU, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya, I Ketut Dody Arta Kariawan dan Berta Hardiana tidak mengajukan eksepsi (nota keberatan). Selanjutnya sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment