Kesra Guru 2017 Belum Terbayar, DPRD Flotim Nilai Aneh

Jubir K3SD Wilayah Kecamatan Solor Barat dan Solor Selatan dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi DPRD FLotim,Senin (16/4).

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tunjangan kesejahteraan (Kesra)  untuk para guru lingkup Pemda Flotim yang sudah diakomodir dalam APBD II Kabupaten Flores Timur di Tahun Anggaran 2017 ternyata tidak sepenuhnya tersalurkan kepada para guru penerima. Hak yang seharusnya mutlak terbayarkan itu pun malah mengendap tidak terbagikan, berbeda dengan komponen ASN lainnya yang lancar terbayarkan.

Bersama kompleksitas  pengelolaan dana BOS  yang semakin rumit dalam sistem pertanggungjawabannya, ke-19 kepala sekolah tingkat SD se-Kecamatan Solor Barat dan Solor Selatan  yang tergabung dalam Komunitas Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) wilayah Kecamatan Solor Barat dan Solor Selatan, Senin (16/4)  ‘menggerogoti’ kepekaan DPRD Flotim terhadap prahara yang sedang  membelenggu barisan pahlawan tanda tanda jasa itu dalam forum rapat kerja gabungan komisi.

Apa yang dibeberkan K3SD Solor Barat dan Solor Selatan melalui ketiga jubir Joni Kaha, Elyas Kolin dan Galus Huler tersebut mengaggetkan kalangan DPRD Flotim. Mikhael Honi Kolin, anggota DPRD asal dapil Solor  menilai aneh dan lucu sebab dana Kesra yang pada hakikatnya adalah hak  para guru itu pun tidak terbayarkan bahkan terbawa sebagai Silpa.

“Ini yang jadi  soal. Yang namanya hak, sudah pasti dianggarkan dan harus dibayar. Wajar saja bila hal ini menjadi keluhan. Sudah tidak tepat waktu, ada pula  yang  belum bayar. Otomatis jadi utang daerah. Masa Kesra terbawa jadi Silpa? Itu kan aneh. Ini hal penting yang harus disikapi secara serius,” tegasnya seraya mengingatkan pimpinan DPRD  untuk menanyakan ihkwal  Kesra ini dalam pembahasan usulan penggunaan dana mendahului perubahan APBD 2018.

Terhadap kemelut yang sedang dialami oleh seluruh  SD se-Flores Timur itu, kalangan  DPRD Flotim lantas memutuskan untuk segera menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga. Intinya kemelut yang sedang dihadapi para kepala sekolah dan para guru tersebut harus segera terselesaikan dengan bijak dan cepat. (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment