Bunuh Orang, Dua Buruh Proyek Divonis 7 dan 5 Tahun Penjara

Kedua terdakwa kasus pembunuhan menerima vonis hakim usai berkonsultasi dengan kuasa hukumnya (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua terdakwa kasus pembunuhan asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Lede Manu Padaka alias Arjen dan Eston Bada Bolu akhirnya divonis 7 dan 5 tahun penjara.

Dalam sidang yang digelar di PN Denpasar belum lama ini, majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN. Wirayoga.

Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang yakni Hadi Ikhwanto alias Eko hingga meninggal dunia.

Perbuatan terdakwa malanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis hakim akhirnya mejatuhkan vonis masing-masing 7 tahun pernjara untuk Arjen dan 5 tahun untuk terdakwa Bolu.

“Menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 5 tahun,”sebut Hakim Kawisada dalam amar putunya.

Hukuman ini masing-masing lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU sebelumnya. Atas putusan itu, kedua terdakwa yang didampingi pengacara Agus Suparman dkk., menyatakan menerima.

“Kami nemerima putusan ini yang mulia,”sebut pengacara terdakwa.

Seperti diberitakan sebelum, Jaksa IGN. Wirayoga menuntut kedua terdakwa dengan pidan penjara masing-masing 9 tahun dan 7 tahun penjara.

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Diberitakan kedua terdakwa pada tanggal 23 Septerber 2017 sekira pukul 22.30 Wita bertempat di bedeng proyek PT. TATA Jalan Teropong, mengeroyok korban Hadi Ihkwanto alias Eko hingga tewas.

Mulanya, para terdakwa yang berkerja sebagai buruh proyek bersama rekannya Agustinus Ngongo Leba alias Agus (sudah divonis 3 tahun penjara pada kasus yang sama), Toda Raimon, dan Nikodemus L Tago alias Sandi pesta miras di dalam Bedeng.

Kemudian terjadi pertengkaran antara terdakwa Eston Bada Bolu dengan Toda Raimon. Lalu datang saksi Panjiono memperingatkan agar tidak ribut karena menganggu penghuni Bedeng yang lain.

“Lalu terjadi perselihan paham antara saksi Panjiono dengan terdakwa Bolu. Saksi Panjiono kemudian turun dari Bedeng menuju halaman Bedeng diikuti oleh terdakwa Bolu bersama Raimon dan Sandi,”sebut Jaksa Wirayoga.

Nah, setiba di halaman dekat tangga terdakwa Arjen mendorong Panjiono. Lalu Panjiono mundur ke arah Barat diikuti oleh Agus dan kemudian datang korban Hadi Ikhwanto alias Eko.

Tak lama kemudian, terjadi pertengkaran antara terdakwa Arjen dan korban Eko. Melihat itu, teman terdakwa Sandi datang dari belakang memengang korban Eko dengan maksud untuk melerai.

Karena tidak mampu dilerai, kemudian terjadi baku pukul antara korban Eko dan terdakwa Arjen.

Selanjutnya terdakwa Arjen yang berada dibelakang samping kiri terdakwa Bolu maju dengan posisi berhadapan dengan korban dan mengunakan tangan kanan mencabut pisau belati panjangnya kurang lebih 25 cm yang terlip dipinggang kirinya.

“Kemudian mengacungkannya ke arah korban, lalu menyabet dan menusuk korban kurang lebih sebanyak 10 kali,” beber JPU.

Keberutalan para terdakwa tidak hanya itu, setelah melihat korban Eko terkapar besimbah darah di tanah, terdakwa Arjen kemudian membuang pisau belati yang kemudian pisau tersebut diambil oleh Agus untuk menusuk Panjiono sebanyak 2 kali.

Setelah kejadian, para terdakwa kemudian lari ke arah Jalan Sesetan dengan mengendarai sepeda motor.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment