STIKOM Bali Pengguna Smart Lab Virtualization DesktopIp Pertama di Dunia

Dari kiri-kanan, I Made Sarjana, S.E., M.M, Berkat, Dr. Dadang Hermawan, Phidi Soepangkat, Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., serta paling ujung kanan Dr. Eko Budihardjo. Foto: bnn/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Masyarakat digital Indonesia kini telah memasuki masa rapid data exchange dimana ditunjukkan dari beberapa aspek antara lain semakin berkembangnya infrastruktur teknologi di Indonesia yang memungkinkan terjadinya pertukaran data secara cepat, serta dari sisi aksesibilitas masyarakatnya semakin mudah dalam mengakses internet dari manapun dan perangkat apapun. Dengan kemajuan internet saat ini membawa Indonesia siap untuk menerapkan High Level Culture yaitu merealisasikan konsep freedom of computing pada berbagai sektor seperti bisnis, pendidikan bahkan pemerintahan, dimana pengguna dapat secara fleksibel mengakses virtual desktop dimanapun dan dari perangkat apapun.

STIKOM Bali sebagai kampus IT pertama dan terdepan di Bali siap merealisasikan hal tersebut dengan mengembangkan dunia digital di bidang pendidikan sebagai pengguna teknologi Smart Lab Virtualization DekstopIP yang pertama di dunia. Momentum ini merupakan langkah pertama bagi STIKOM Bali menjadi Smart Campus pertama di Bali setelah Universitas Indonesia. Hal ini terungkap dalam launching STIKOM Bali Goes to Smart Campus yang meliputi Smart Lab, Virtualization Research Center dan kelaseksekutif.com yang digelar di aula STMIK STIKOM Bali, Rabu (11/04).

Dengan menggunakan teknologi Smart Lab Virtualization DekstopIP akan mempermudah sistem perkuliahan modern tanpa tergantung kelas atau ruang konvensional. Seperti yang telah dijalankan STIKOM Bali, setiap mahasiswa bisa mengakses materi perkuliahan, diskusi bersama para dosen, menyelesaikan urusan keadministrasian dan memperoleh literasi penting dari dalam dan luar negeri lebih mudah dan cepat. Diharapkan Smart Campus ini dapat diikuti oleh seluruh perguruan tinggi universitas di Indonesia.

Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan mengatakan perkembangan teknologi informasi dari waktu ke waktu sangat pesat bahkan sekarang sudah mengarah pada “cloud computing”. STIKOM Bali pun mengarah pada cloud computing, namun dalam hal ini diperlukan suatu kerjasama dengan pencipta sistem cloud computing dan hardware yang mendukung, salah satunya dengan DesktopIP. “Kami STIKOM Bali pertama kali bekerjasama dengan DesktopIP dalam rangka mengarah ke cloud computing. Sehingga nanti Smart Lab di STIKOM Bali. Tidak seperti biasa ada komputer monitor dan segala macam tapi itu ada di server, monitornya bisa menggunakan apa saja seperti laptop bisa dipakai monitor. Jadi tidak ada lagi kelihatan lab konvensional,” jelasnya.

Dadang Hermawan menjelaskan, dengan Smart Lab ini para mahasiswa bisa mengakses dari mana saja karena akan mendapatkan IP/user ID yang bisa diakses dengan peralatan apa saja. Saat belajar tidak perlu lagi di lab secara bersama-sama (konvensional), tapi dengan Smart Lab dosen juga bisa dari suatu tempat kemudian secara bersama-sama mahasiswa membuka laptopnya atau user ID-nya di tempat berbeda. Adanya Smart Lab atau Smart Campus di STIKOM Bali ini bisa meningkatkan APK yang lebih bagus lagi. “Ini sejalan juga dengan Kementerian Ristekdikti yang akan mengembangkan bagaimana pembelajaran itu menggunakan teknologi informasi yang disebut dengan pembelajaran jarak jauh,” ungkapnya.

Ketua Umum Ikatakan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia, Eko Budihardjo menyatakan, sebagai ikatan profesi pihaknya konsen terhadap pengembangan SDM Indonesia. Terutama yang sudah diperkuat oleh apa yang dilakukan pemerintah bahwa di tahun 2018/2019 adalah tahun pengembangan SDM yang luar biasa termasuk SDM informasi teknologi. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sudah merumuskan dan menetapkan sekitar 500 pekerjaan-pekerjaan di bidang teknologi informasi. “Sebagai ikatan profesi kami mendukung hal itu dan berkontribusi banyak termasuk apa yang dilakukan Desktop IP bekerjasama dengan STIKOM Bali. Hal itu sebagai bagian dari mewujudkan kemampuan SDM Indonesia yang tangguh di bidang teknologi informasi khususnya cloud computing yang merupakan infrastruktur utama di dalam digital ekonomi Indonesia dan industri 4.0,” jelasnya.

Sementara itu, Founder DesktopIP, Phidi Soepangkat mengatakan ada dua alasan menciptakan teknologi tersebut yaitu untuk menunjukkan Indonesia di mata dunia bisa membuat sesuatu. Alasan kedua, sekarang ini banyak yang mengatakan harus digital supaya bisa berdikari mempunyai kedaulatan digital, Indonesia harus mempunyai produk sendiri. “Fokus dari produk kami adalah virtualization technology. DekstopIP adalah salah satu dari company dunia yang membuat virtualization. Salah satu yang akan dikerjasamakan adalah membangun teknologi virtualisasi yang sangat penting di sini adalah bagaimana data-data di Indonesia bisa terproteksi oleh bangsa kita sendiri. Dimulailah dari kampus ini,” beber Phidi.

Lebih lanjut Ia mengatakan, tujuan kedepannya bagaimana membangun smart culture untuk membangun smart campus dimulai dari smart lab dengan virtualization technology. “Kita mulai dari dunia pendidikan yang sebenarnya teknologi ini bisa diakses oleh semua masyarakat. Sekarang ini untuk smart lab ini pertama kali dan bisa dibilang untuk smart campus ini kedua setelah UI tapi untuk di Bali pertama dan fokus di smart lab ini STIKOM yang pertama,” ungkapnya. (ri)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment