Villa Dibayar Lunas, tapi AJB tak Kunjung Diterima

Denpasar/BaliNewsNetwork-Nasib kurang beruntung dialami sorang pria bernama Zulkifli. Niat untuk memiliki sebuah villa di Desa Sambirenteng, Buleleng harus dikubur dalam-dalam.

Pasalnya, meski sudah membayar lunas villa sejak tahun 2013 lalu, tapi hingga berita ini dibuat, Zulkifli mengaku belum menerima AJB (Akta Jual Beli) dari penjual.

Zulkifli yang ditemui belum lama ini di Denpasar menuturkan, pada tanggal 11 Februari 2013 membeli 1 unit villa yang terlatak di Jalan Segara Benben, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

http://holiwaygarden.com/id/welcome-indonesia/

“Villa tersebut adalah milik PT. Holiway. Disana pada saat itu ada Stefen Doerr dan Maria Doerr yang bertindak mewakili perusahaan” sebut Zulkifli.

Dikatanya, villa yang dibelinya dibandrol harga Rp 1.375.000.000. Nah, setalah ada kesepakatan harga tersebut, Zulkifli mengaku melakukan pembayar pertama pada tanggal 13 Desember 2012 sebesar 3000 euro atau setara dengan Rp 37.650.000.

“Pembayar pertama ditransfer ke rekening Bank Sparkasse Saarbruecken milik Stefen Doerr yang tidak lain adalah direktur PT. Holiway,” ungkap Zulkifli.

Kemudian pada tanggal 12 Februari 2013 dilakukan pembayaran senilai Rp 652.000.000 ke rekening PT. Holiway di Bank BII Singaraja.

Masih di hari dan tanggal serta tahun yang sama, dilakukan pembayaran senilai Rp 650.000.000 yang juga melalui transfer ke rekening milik PT. Holiway di Bank BII Cabang Singaraja.

“Saya transfer melalui Bank Mandiri ke rekening PT. Holiway atas permintaan PT Holiway.”ungkap Zulkifli.

Selanjutkan dilakukan pembayar kembali pada tanggal 12 Maret 2013 sebesar Rp 35.350.000. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening yang sama milik PT. Holiway di Bank BII cabang Singaraja.

“Dengan pembayaran yang keempat ini, maka sesuai kesepakatan, villa sudah lunas, dan sudah sesuai dengan draf jual beli,”ungkap Zulkifli. Nah, persoalan muncul ketika pihak PT. Holiway mengirimkan Perjanjian Jual Beli Villa.

Dimana dalam perjanjian itu ditulis setifikat PT. Holiway adalah bernomor: B.8353617, B.3225104, B.8072156. Celakanya, menurut Zulkifli, setelah nomer sertifikat itu dicek ke BPN Buleleng, ternyata ketiga nomer tersebut tidak dikenal.

Tak hanya itu, sebagai pembeli beretikat baik, Zulkifli meminta kepada penjual untuk melakukan serah terima unit secara legalitas dan tertulis.

“Saya meminta penyerahan hak milik dan AJB yang seharusnya diberikan kepada oleh PT. Holiway, tapi sampai saat ini tidak pernah saya dapatkan, sehingga status kepemilikan satu unit villa yang saya beli hingga saat ini belum ada kejalan secara hukum,” pungkasnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Berita terkait :

Erwin Siregar : AJB tidak Bisa Dibuat karena Status Hanya HGB

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment