Mantan Oknum Perbekel Penganiaya Dokter Divonis  Penjara 1,5 Bulan

Jik Lanang akhirnya divonis 1 bulan dan 15 hari penjara (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork– Mantan Perbekel Plaga, Badung, I Gusti Lanang Umbara alias Jik Lanang (39) yang menjadi terdakwa kasus penganiaya seorang dokter wanita di Badung jalani sidang putusan di PN Denpasar, Kamis (12/4).

Oleh I Gde Ginarsa selaku hakim ketua, mantan perbekel ini divonis 1,5 bulan ( 1 bulan 15 hari ). Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi  Pusnawan yang mengajukan permohonan tuntutan pidana 2 bulan penjara.

Atas putusan ini, langaung membuat Jik Lanang menghirup udara bebas. “Mengadili terdakwa bersalah atas perbuatannya dan memutuskan hukuman pidana penjara selama 1 bulan 15 hari,” tegas Hakim Ginarsa dalam amar putusanya.

Sebelum kasus ini bergulir di muka persidangan, terdakwa yang terjerat kasus penganiyaan terhadap dokter internship yang bertugas di RSUD Mangusada Badung, dr. Grace Juniaty.

Jaksa Made Lovi menyatakan, terdakwa Jik Lanang secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Disebutkan dalam dakwaan alternatif kedua, bahwa terdakwa Gusti Lanang secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan atau dengan memakai ancaman kekerasan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Atas perbuatan terdakwa Gusti Lanang, jaksa menjerat dengan Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP. Seperti diberitakan sebelumnya, Korban dr. Grace Juniaty yang diperiksa di Pengadilan mengatakan, Kejadian berawal saat terdakwa datang ke RSUD Badang tanggal 25 Pebruary 2018 lalu.

Terdakwa datang membawa ibu kandungnya yang bermana Ni Wayan Asih yang mengalami sesak nafas. Saat tiba di UGD, pasien (ibu kandung terdakwa) langsung ditangani oleh korban dengan mengambil beberapa tindakan medis yang salah satunya memasang oksigen.

Karena pasien disebut memiliki riwayat sakit jantung, korban lalu memberi obat sakit jantung dan meyarankan agar pasien dirongent sebelum dikonsultasikan ke dokter ahli jantung. Hasil rongent selesai, korban yang marupakan dokter jaga di UGD langsung mengamati hasil rongent tersebut.

“Saat itu datang terdakwa dan mengatakan ibu kandung terdakwa harus dirawat inap dan sudah memesan kamar VIP,”sebut korban. Sesuai SOP, korban pun mengatakan kepada terdakwa untuk mencari obat dan memesan kamar sendiri.

”SOP nya memang keluarga pasein yang mencari kamar dan obat,”sebut saksi korban. Namun terdakwa tidak terima dan mengambil berkas rekam medis yang kemudian digulung dan digunakan melempar korban.

Tidak puas hanya dengan melempar, terdakwa kembali menghambil berkas rekam medis dan menggulungnya lalu menampar pipi korban dengan rekam medis tersebut.

“Dia (terdakwa) marah-marah dan mengatakan, mestinya kalian yang mencarikan kamar dan obat, kalian ini pelayan,”kata saksi korban mengutip ucapan terdakwa. Pelakukan kurang enak yang dialami korban ini juga disaksikan tiga orang saksi yang juga kebetulan ada bersama terdakwa.

Korbanjuga mengatakan, usai kejadian keesokan harinya dia dan terdakwa sudah ada perdamaian. “Kami sudah berdamai dan ada surat perjanjian damainya,”sebut korban.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment