Bersaksi, Sumiati Sebut Suaminya dapat Sabu dari Ratna Dewi

Mang Jangol usai mengikuti sidang beberapa waktu lalu (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sidang kasus Narkotika yang menjerat Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, Kamis (12/4) dilanjutkan. Sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Ada dua orang saksi yang dihadirkan dipersidang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati dan Dewa Lanang Raharja.

Mereka adalah Sumiati dan Kadek Dandy Suardika alias Dandy. Diketahui, kedua saksi ini juga merupakan terdakwa dalam kasus yang sama.

Seperti halnya istri ketiga Mang Jangol, Dandy yang merupakan adik tiri dari terdakwa awalnya enggan bersaksi untuk Mang Jangol. Namun JPU memohon kepada majelis hakim agar Dandy tetap bersaksi meski tidak disumpah.

Permintaan JPU akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi. Dimuka sidang, Dandy mengisyatkan bahwa terdakwa sejatinya tidak terlibat dalam kasus pemufakatakan jual beli Narkoba ini.

Sebab, Dandy mengaku sebelum dia ditangkap polisi pada tanggal 2 November 2017 di rumahnya di Jln. Pulau Bantanta No. 70, dia mengaku diberi sabu-sabu oleh Ni Lurh Ratna Dewi (terdakwa dalam berkas terpisah).

“Jadi sabu-sabu itu bukan pemberian terdakwa,”tanya Hakim Adnya Dewi yang dijawab saksi bukan dari terdakwa melainkan dari Ratna Dewi. Selain itu, Dandy juga membenarkan bahwa dia pernah minitipkan uang Rp 5 juta hasil dari penjualan sabu kepada Sumiati.

Menurut pengakuan Dandy, uang Rp 5 juta itu dititipkan kepada Sumiati yang nanti diberikan kepada Ratna Dewi. Hal ini pun diakui oleh saksi Sumiati. Sumiati dimuka sidang membenarkan pernah mendapat titipan uang dari saksi Dandy.

“Uang itu dititip untuk Ratna Dewi,”sebut Sumiati. Namun sebelum uang itu sampai ke tangan Ratna Dewi, Sumiati bersama suaminya, Rahman ditangkap polisi.

Sumiati juga mengaku bahwa, barang bukti sabu yang ditemukan di kamar kost tersebut adalah milik suaminya Rahman pemberian dari Ratna Dewi.

“Berapa kali suami anda (Rahman) disuruh oleh istri terdakwa untuk menjual sabu,”tanya hakim yang dijawab saksi tidak ingat.

Saksi hanya menjawab, sepengetahuanya baru dua kali Rahman menerima sabu-sabu dari Ratna Dewi.”Saksi tahu, dari mana istri terdakwa dapat barang (sabu),” tanya hakim.”Tidak tahu,”jawab saksi.

Hakim lalu menanyakan soalnya ditemukanya bong (alat hisap sabu) di kamar kost saksi saat dilakukan penggeledahan.”itu bong untuk apa,”tanya Hakim Adnya Dewi.

Atas pertanyaan itu, saksi Sumiati menjawab bong tersebut sering digunakan orang mengkonsumsi sabu.”Atas perintah siapa menggunakan sabu di kost saksi,”tanya hakim yang dijawab saksi tidak tahu.

Selain itu saksi juga mengatakan bahwa dia jarang bertemu dengan terdakwa. Sebab, menurutnya terdakwa jarang ada di rumah.”Terdakwa jarang di rumah, kadang bertemu terdakwa sore saat pulang kerja,”ungkap Sumiati.

Sementara terdakwa yang didampingi pengacara Iswahyudi Eddy P dkk., saat dimintai tanggapan terkait keterangan Sumiati mengatakan tidak pernah tahu apa kegiatan Sumiati maupun suaminya Rahman. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment