Semana Santa Larantuka dan Kerendahan Hati Pemimpin Flotim

”Ada saatnya kami hadir sebagai masyarakat dalam ritual adat karena kami adalah ribu ratu bagi pemangku adat, dan ada saatnya kami hadir sebagai umat bagi imam ketika di gereja dan lain sebagainya. Mari kita mantapkan kerja sama ini untuk membangunFlores Timur kita.”

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Ritual iman umat Katolik pada masa pra Paskah di Nagi Reinha Rosari Larantuka  yang bernama Semana Santa  memiliki daya tarik tersendiri. Tradisi religius hasil perpaduan antara tradisi adat warisan tahta kerajaan Larantuka dan Gereja Katolik itu menggerakan peziarah di seluruh belahan bumi  untuk datang ke kota kecil bernama Larantuka yang memiliki kisah sakral imani, penyerahan total kuasa, kota dan seluruh isinya dari seorang raja kepada Bunda Maria.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tatkala pergerakan waktu dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik tiba pada masa pra Paskah (Rabu Abu) di Larantuka nagi Reinha  pun dilaksanakanlah   ritual iman inkulturatif bernama Semana Santa.

Mengaji Semana peninggalan leluhur kerajaan Larantuka pun terlaksana dengan khusuk di sejumlah kapela. Syair-syair doa dan nyanyian berbahasa Portugis pun terlantunkan dengan kesungguhan hati. Confreria, Ma Muji, bersama suku-suku Semana Santa  tak henti-hentinya berdoa, memuji dan memuliahkan Tuhan serta mendoakan keutuhan bangsa Indonesia, Propinsi NTT dan Kabupaten Flores Timur .

Di bawah kaki Tuhan yang ‘menyata’ dalam diri Tuan Ma, Tuan Ana, Tuan Meninu, para laskar Reinha Rosari dan umat Katolik di kota yang dengan pelidungng Bunda Maria itu mendoakan terwujudnya perdamaian dunia, kesehatan dan kebijaksanaan bagi pemimpin bangsa Indonesia dan daerah, serta kerukunan hidup antarumat beragama. Tidak ego! Semana Santa Larantuka bersifat universal! Penyerahan total kuasa, kota, dan rakyat oleh Raja Larantuka tempo doloe  kepada Bunda Maria bersifat umum, tidak saja berlaku bagi umat Katolik di kota Larantuka.

Hari ini, Jumat (30/3) merupakan hari puncak Semana Santa itu. Bertepatan dengan hari Jumat Agung (berdasarkan kalender liturgi Gereja Katolik), suku-suku Semana Santa dalam pimpinan pewaris kerajaan Larantuka akan melaksanakan prosesi mengenang penderitaan Yesus dan kedukaan Bunda Maria (Tuan Ma) mengelilingi kota Larantuka (rute prosesi).

Wakil Bupati,Agus Boli dan Don Martinus DVG dalam General Repetisi Prosesi Jumat Agung-Semana santa Larantuka,Rabu (28/3). Foto:BNN/Emnir.

Kesiapan pelaksanaan telah sempurna. Prokurador Confreria telah melaporkan kesiapan itu kepada Presidenti Confreria  dalam general repitisi, Rabu (28/3). Ana Muji, Ana Ovos Ejus dan petugas-petugas lainnya telah siap menghantar ribuan peziarah yang datang ke kota kecil ini untuk masuk dalam situasi penderitaan Yesus dan kedukaan Bunda Maria (Tuan Ma), Mater Dolorosa.

Ada situasi menarik di semua persiapan itu yang tak terjadi sebelumnya. General repitisi  itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli bersama Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyanto memantau langsung kegiatan itu. Ini adalah bukti dukungan nyata pemimpin daerah akan ritual imani Katolik yang telah mendunia itu.

“Ada saatnya kami hadir sebagai masyarakat. Dan kami menghargai penuh keluarga pewaris kerajaan Larantuka, suku-suku Semana Santa dan seluruh petugas yang bertugas dalam ritual iman Katolik di nagi Reinha Larantuka ini. Saya bersama Pak Bupati telah bersepakat, bila tidak ada halangan, akan selalu datang ke istana raja ini dan mendiskusikan tentang pembangunan Flores Timur dari rumah ini, ” ungkap Agus Boli dengan terus menerus menyatakan ada saatnya jabatan yang sedang disandangnya tersebut dibuka bila sedang dalam situasi tertentu, seperti dalam ritual adat dan agama.

”Ada saatnya kami hadir sebagai masyarakat dalam ritual adat karena kami adalah ribu ratu bagi pemangku adat, dan ada saatnya kami hadir sebagai umat bagi imam ketika di gereja, dan lain sebagainya. Mari kita mantapkan kerja sama ini untuk membangun Flores Timur kita,” pinta Wabup Agus Boli dalam kerendahan hatinya. (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment