Puncak Semana Santa dalam Guyuran Hujan, Umat Nagi : Tora Te Mau Tuhan Basah Sendiri

Barisan Pengusung Tuan Ana. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Derasnya hujan yang mengguyur kota Larantuka di Jumat (30/3) siang sekitar pukul 13.35 Wita, tidak melunturkan semangat umat Katolik Nagi Reinha Larantuka dan para peziarah Semana Santa untuk menghantar Tuan Ana (Yesus) dan Tuan Ma (Bunda Maria) dari kapelnya menuju Gereja Katedral, usai perarakan Tuan Meninu.

Tuan Ma. Foto:BNN/Emnir

Walau basah kuyup  terguyur hujan yang semakin lebat dalam perjalanan prosesi siang itu, namun ribuan umat Katolik yang menghantar Tuan Ana dan Tuan Ma tak henti-hentinya menderaskan doa dan lagu-lagu dalam liturgi Jumat Agung.

“Tora te mau biarkan Tuhan basah sendiri,“ demikianlah umat Katolik Nagi Reinha Rosari Larantuka dan para peziarah itu berjalan sambil berdoa dan melantunkan lagu-lagu pujian kepada Tuhan sembari merenungkan misteri penyelamatan Tuhan dalam penderitaan Tuhan Yesus dan kedukaan Bunda Maria di Hari Jumat Agung itu.

Kesetiaan yang ditunjukan Yesus menjalankan misi perutusanNya serta kesetiaan yang diperlihatkan Bunda Maria menemani jalan salib Putranya itu, hadir nyata dalam kesetiaan umat Katolik yang mengikuti prosesi perarakan Tuan Ana dan Tuan Ma menuju Gereja Katedral Larantuka pada Jumat Agung siang tadi.

Peziarah Semana Santa Larantuka

“Masa Tuhan basah, lalu tora te mau basa? Tora  orang nagi te mau Tuhan basah sendiri! Mari tora antar Tuhan ke Gereja,” begitulah lentingan ajakan para petugas keamanan prosesi dalam dialeg khas Larantuka, mengajak umat Katolik lainnya yang hendak mencari perlindungan karena hujan semakin deras mengguyur.

Umat yang hendak membuka payungnya pun mendapat larangan. Biarlah kita basah bersama Tuhan. Demikianpun halnya ketika mendapatkan umat yang berdiri  di gedung, rumah atau kios di samping jalan lokasi prosesi, para pengaman prosesi mengajak mereka untuk masuk dalam barisan prosesi, basah bersama Tuhan.

Teguh dalam iman akan kisah Permadani Biru milik Reinha Rosari Larantuka yang telah mengelabui mata musuh di zaman dulu, menguatkan putra-putri Reinha Rosari Larantuka  tetap setia menghantar  Tuan Ana dan Tuan Ma.

Tatkala Tuan Ana dan Tuan Ma ditahtakan dalam Gereja, perlahan-lahan pula langit memancarkan kecerahannya. Awan hitam pekat yang menutupi Ile Mandiri pun lenyap, memberikan kecerahan pada Nagi Tuan (Tuhan) Punya Nama  itu. Tuan Reinha, Tuan Ana, Tora mati di kaki Tuan (Tuhan) . (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment