Prosesi Semana Santa Larantuka  Sukses

Barisan Lakademu bersiap mengusung Tuan Ana,berarak mengelilingi rute prosesi Semana santa-Jumad Agung, (30/3).Foto;BNN/doc/peziarah.

Wahai kamu semua yang lewat dijalan,perhatikan dan lihatlah siapakah punya derita yang sama  seperti deritaku ?

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Walau kuyup tersiram hujan deras di siang hari di prosesi Tuan Meninu dan prosesi menghantar Tuan Ana dan Tuan Ma dari kediamannya masing-masing menuju Gereja Katedral Larantuka,tak memudarkan semangat umat Katolik kota Larantuka dan ribuan peziarah Katolik yang datang mengikuti rangkaian devosi inkulturatif Semana Santa khas Keuskupan Larantuka itu.Sukses !

Barisan panjang peziarah Katolik di kota Larantuka pada Jumad (30/3) malam,berarak rapih dengan lilin bernyala ditangan mengitari jalur prosesi Semana Santa.Berjalan sambil berdoa dan bernyanyi sembari mengenang kisah penderitaan Yesus hingga wafat di kayu salib  yang oleh liturgi Gereja Katolik dirayakan pada hari Jumad Agung,umat Katolik berarak mengikuti arah gerak Lakademu yang mengusung Tuan Ana (Yesus),dan Tuan Ma (Bunda Maria) yang diusung mengikuti perjalanan Tuan Ana dari belakang.

Berjalan mengikuti Tuan Ana (Yesus)  yang diusung Lakademu dan Tuan Ma,ribuan umat Katolik yang beragam asal itu dengan khusuk mendaraskan doa-doa dan nyanyian-nyanyian.Kota Larantuka di malam itu menjadi kota mati ! Yang ada hanyalah terang lilin pesiarah dan terang lilin yang terpasang pada turo berpagar beriringkan doa dan nyanyian .

Lagu-lagu ratapan yang dibawakan confreria ,Signor Deo ,O Vos oleh ana ovos ejus dan barisan wanita-wanita berkabung membangkitkan rasa seakan jalan salib Yesus dari ruang pengadilan hingga wafat di Golgota hadir di kota Larantuka.Warta Kitab Suci tentang misi Keselamatan Tuhan yang dihadirkan dalam tokoh Bunda Maria dan Yesus dibacakan dengan lantang di setiap armida.Devosi inkulturatif reflektif !

Larantuka,kota Mati !Larantuka,kota berkabung ! O vos omnes qui transitit per viam atendite et vidite si dolorose sicut dolor Meus:Wahai kamu semua yang lewat dijalan,perhatikan dan lihatlah siapakah punya derita yang sama  seperti deritaku ?

Sebaris bait litani penderitaan seorang Bunda Maria yang menyaksikan anaknya disiksa tanpa secuil kesalahan itu,di litanikan oleh ana ovos di setiap armida tempat Tuan Ana ditahtakan Lakademu menambah daya bangkit rasa,apa yang terjadi silam pada misi keselamatan Allah itu hadir nyata di kota Larantuka.

Di kejauhan Tuan Ma-Bunda Berdukacita (Mater Dolorosa) itu diarak memandang,menyaksikan dengan piluh penderitaan Yesus putranya yang dititipkan Tuhan dalam rahimnya untuk menyelamatkan umat manusia sejagat.Misi keselamatan Allah yang terwartakan sebelumnya oleh Allah sendiri kepadanya bahwa dia harus menanggung derita oleh karya keselamatan itu pun kembali menguatkannya.Bahwa semuanya itu harus terjadi !Dan terjadilah ikrar ketaatan itu Bunda Maria akan rencana Allah itu:Aku ini Hamba Tuhan,terjadilah padaku menurut kehendakMu.

SemanaSanta Nagi,Hari Bae Larantuka,menghadirkan sungguh misi Keselamatan universal itu ! Deus,advenio ad te ! (Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment