Dua Start Up Binaan Inkubator Bisnis STIKOM Bali Raih Pendanaan dari Kemenristekdikti

Kepala Inkubator Bisnis STIKOM Bali (kiri) bersama para Start Up binaan yang meraih pendanaan Kemenristekdikti. Foto: bnn/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sebanyak 2 Start Up (perusahaan pemula) berbasis digital binaan Inkubator Bisnis STIKOM Bali berhasil meraih pendanaan dari Kemenristekdikti. Keduanya meraih pendanaan dari hibah PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) Kemenristekdikti dengan total pendanaan mencapai Rp 500 juta. Kedua perusahaan pemula ini adalah Amacall, yang merupakan aplikasi “Baby & Mom’s care” serta CraftiGo! yang merupakan aplikasi tour and guide berbasis android.

Kepala Inkubator Bisnis STIKOM Bali, Panji Agustino mengaku puas dengan capaian dari kedua Start Up binaan Inbis STIKOM Bali ini. “Kedua Start Up ini memang sejak awal sudah kami lihat dan nilai memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usahanya, mereka terdiri dari tim yang solid dan dengan kompetensi yang sesuai, serta memiliki visi misi seorang enterpreneur digital”. Selama hampir empat bulan diinkubasi di Inkubator Bisnis STIKOM Bali, keduanya memperlihatkan performa dan perkembangan yang cukup bagus.

Saat ini Inkubator Bisnis STIKOM Bali sedang membina 5 Start Up (tenant), dimana semuanya bergerak di bidang teknologi informasi. Para start up yang dibina ini seluruhnya merupakan civitas akademika STIKOM Bali.

Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengungkapkan rasa bangganya kepada para start up binaan STIKOM Bali ini. “saya bangga sekali kepada mereka ini, karena telah memiliki mindset untuk menjadi pencipta lapangan kerja, dan mereka buktikan dengan aksi nyata yaitu membuat sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi, dan pas sekali dengan program-program dari pemerintah yang ingin menjadikan Bali ini sebagai salah satu pusat digital Start Up di Indonesia”, pungkasnya.

Sementara dilain kesempatan, koordinator Inkubasi dari Inbis STIKOM Bali, I Made Suandana Astika Pande mengungkapkan capaian di program PPBT Kemenristekdikti ini memang menjadi salah satu target pendanaan yang ingin diraih oleh start up binaannya. “Harapan kami dengan didapatkannya pendanaan dari hibah PPBT Kemenristekdikti ini, mampu membuat bisnis Start Up digital binaan kami ini jalan dan semakin berkembang sehingga memberikan kontribusi dalam perekonomian Bali khususnya,” ungkapnya.

Dalam program hibah pendanaan PPBT Kemenristekdikti tahun ini, setidaknya ada 7 Start Up dari 4 Inkubator Bisnis di Bali  yang berhasil meraih pendanaan, dengan total dana yang didapat mencapai 2,6 Miliar rupiah. (*)

 

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment