Empat Tersangka Pembunuh Pensiunan Polisi Dilimpahkan ke Kejari Denpasar

Empat tersangka kasus pembunuhan pensiunan polisi (BNN/ist)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Empat tersangka kasus pembunuhan pensiunan polisi bernama I Made Suanda, Senin (19/3) dilimpahkan oleh penyidik Polres Badung ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Empat tersangka itu adalah I Gede Ngurah Astika, Dewa Made Budianto alias Tonges, Putu Veri Permadi alias Veri dan I Dewa Putu Alit alias Alit.

Dariempat tersangka ini, tersangka I Gede Ngurah Astina yang disebut-sebut sebagai otak palaku kasus pembunuhan diberkas secara terpisah.

Sedangkan tiga tersangka lainya yaitu Dewa Made Budianto alias Tonges, Putu Veri Permadi alias Veri dan I Dewa Putu Alit alias Alit dijadikan satu berkas.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menyidangkan perkara ini adalah, Kadek Wahyudi, Agus Adnyana dan Dewa Narapati.

Kepala saksi pidana umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, Arief Wirawan yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan bila pelimpahan tahap II sudah dilakukan.

“Kami sudah menerima berkas acara pemeriksaan (BAP) berikut para tersangka,”ujarnya.

Dikataknya, sesuai dalam BAP, keempat tersangka ini dijerat dengan Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KHUP dan Pasal 365 ayat (2) ke 1 KUHP.

Melihatdari Pasal yang disangkakan kepada para tersangka tersebut, maka keempatnya terancam hukuman mati.

Arief juga mengatakan, pihaknya memiliki waktu 20 hari untuk menyelesaikan dakwaan sebelum kasus ini dilimpahkan ke PN Denpasar untuk disidangkan.

“Namun kami usahakan pelimpahan ke PN tidak lebih dari satu minggu,”pungkasnya.

Sementara itu sebagaimana tertuang dalam BAP, kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh keempat tersangka ini terjadi pada tanggal 15 Desember 2017 silam sekitar pukul 12.00 Wita di dalam rumah yang beralamat di Perum Nuansa Utama No. 30 Ubung Kaja, Denpasar.

Sebelum menghabisi nyawa pensiunan polisi itu, tersangka I Gede Ngurah Astika mengajak ketiga tersangka lainya ke alamat tempat dimana korban ditemukan sudah tidak menyawa.

Dirumahtersebut keempat tersangka merencakana untuk memcampur obat tidur dengan minuman yang nantinya diberikan kepada korban.

Tujuanya adalah jika korban yang datang untuk menjual menjual mobil kepada para tersangka itu tertidur. Nah, saat korban tertidur para tersangka bisa dengan mudah mengambil mobil Honda Jazz yang akan dijual korban.

Korban lalu datang dengan membawa mobil Honda Jazz warna putih langsung masuk ke dalam rumah dan disuguhi kopi yang sudah dicampur dengan obat tidur.

Singkatcerita terjadi obrolan antara korban dan tersangka serta terjadi pula kesepakatan jual beli mobil dengan harga Rp 158.000.00.

Setelah kesepatan harga tercapai tersangka I Gede Ngurah Astika tidak langsung membayar, tapi meminta korban untuk menunggu dengan alasan ibunya sedang mengambil uang.

Sembari menunggu, korban pun memimum kopi yang disuguhi oleh tersangka. Namun setelah menunggu satu jam tidak ada reaksi. Malah korban bertanya “kok lama ya”.

Saatitulah tersangka I Gede Ngurah Astika langsung memukul wajah korban hingga korban terjatuh dan kepala bagain belakang membentur tembok.

Tersangka I Gede Ngurah Astika lalu mencekik leher korban dan membentukan wajah korban berlaki-kali ke lantai. Semetara tiga tersangka lainya ikut memegang dan memukul korban.

Nah, pada saat itulah tersangka I Gede Ngurah Astika memukul kepala korban dengan menggunakan helm hingga korban tidak bergerak alias meninggal Dunia.

Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, para tersangka menyeret ke dalam kamar. Tersangka I Gede Ngurah Astika mengambil BPKB berikut mobil Honda Jazz milik korban lalu keempat terdakwa pergi meninggalkan korban yang sudah tidak bernyawa itu.

Keempat tersangka menjual mobil tersebut dengan harga Rp 148.000.000. Uang hasil penjualan mobil oleh tersangka I Gede Ngurah Astika dibagikan kepada ketiga tersangka lainya dan masing-masing mendapat Rp 10 juta. Sedangkan sisahnya diambil oleh tersangka I Gede Astika. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment