Proyek Pasar Larantuka Hanya Jadi Hiasan Kota

Hasil proyek Pembangunan Pasar Larantuka,TA 2016 dan 2017.Foto:BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Hasil  proyek pembangunan pasar Larantuka yang dikerjakan dua tahun anggaran berturut-turut,2016 dan 2017,kini belum termanfaatkan.Baik fisik bangunan yang menjadi pusat tempat dagang ikan maupun deretan ruko serta los panjang hasil proyek tersebut,masih sebatas pajangan hampa penghias kota Larantuka.

“Kami sendiri pun tidak mengerti.Sudah dua tahun ini kami  berjualan di pasar relokasi ini.Setiap hari kita pandangi bangunan-bangunan itu dan bertanya kapan kami bisa beraktivitas kembali di pusat pasar  itu.Lihatlah kondisi kami ini,serba memprihatinkan,namun begitulah,kami warga pedatang yang mencari hidup dengan berjualan di sini.Entahkah proyek itu sengaja dikerjakan hanya untuk hiasan kota ini saja,kami pun tidak tau itu.”ujar Udin dan Siti pedagang  pakaian asal Makasar yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com ,Rabu (14/3).

Sisi lain fisik proyek pasar Larantuka (TA 2017).Foto : BNN/Emnir

Mengintari lokasi pasar hasil proyek tersebut,terlihat banyak pernak-pernik pasar yang tidak menandakan bangunan tersebut adalah bangunan baru.Selain kelengkapan  intalasi listrik yang telah putus dan patah serta hilang,sebagaimana yang terlihat pada bangunan pasar ikan,dinding bangunan ruko yang sebelumnya bermandikan cat berkilauan,kini pudar menghilang.Keretakan terlihat dibeberapa bagian dari fisik bangunan itu.

Sampah yang menumpuk di areal pasar ikan.Foto:BNN/Emnir

Di sisi lain terlihat gerusan tanah menganga membentuk parit serta pelataran yang masih membukit,turun naik-turun naik.Di wilayah belakang pasar ikan,nampak sampah berserakan tak terurus,menimbulkan aroma tak sedap.Di pasar ikan itu pun kini dijadikan sebagai gudang,tempat para pedagang asal Adonara Barat menyimpan barang dagangannya.

Sementara itu disisi dalam baik  hamparan panjang los pasar maupun rumah kios,terlihat pemandangan yang menjijikan.Aneka jenis kotoran berhamburan disitu.bahkan banyak pintu yang mulai terlihat rusak.(Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment