Setahun KBM di Gereja, Dinas PKO Flotim Harus Tolong SDI Watanhura

Aktivitas KBM pada SD Inpres Watanhura,Solor Timur terjadi di dalam gereja lantaran atap sekolah hancur tergerus badai di awal Pebruari 2017 silam.Hingga kini belum diperbaiki. Nampak dalam gambar,aktivitas KBM Kelas 3.Foto : BNN/Emnir

Solor/BaliNewsNetwork.com-Satu tahun,satu bulan,demikianlah usia  penderitaan yang dialami warga lembaga pendidikan Sekolah Dasar Inpres Watanhura ,desa Watanhura 1,Kecamatan Solor Timur,Kabupaten Flores Timur.Pasca amukan badai di awal Pebruari 2017 silam yang menelanjangkan atap tiga ruangan belajar,aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun berpindah tempat.

Selain  ruangan kantor,gereja yang kebetulan berjarak  6 ayunan kaki dari SD Inpres itu pun dijadikan sebagai tempat menyalur dan menyerap ilmu pengetahuan.Aman dan nyamankan aktivitas pendidikan pada lembaga pendidikan tersebut ?

Atap 3 ruangan kelas yang rusak akibat terjangan badai pada awal Pebruari 2017 silam.Foto :BNN/Emnir

Kepala Sekolah SD Inpres Watanhura,Samuel Seng Kumanireng dan Kepala Desa Watanhura I ,Boni Maran kepada BaliNewsNetwork.com ,Selasa (13/3)  mengaku sangat prihatin dengan yang sedang mereka alami itu.

“Ketika ada rapat dewan guru serta ada  peribadatan pada jam sekolah,terpaksa anak didik dan seluruh perlengkapan KBM dari papan tulis hingga kursi dan meja harus pula dipindahkan ke tempat lain dan harus dibawa kembali ketika rapat atau pun peribadatan telah selesai.Hal itu sangat mengganggu proses pembelajaran.Selain hilangnya waktu,target pembelajaran pun otomatis tidak terpenuhi .“ujar Kepsek Samuel Seng yang diamini Kades Boni Maran sembari mengharapkan perhatian dari Pemkab Flotim melalui Dinas Pendidikan,Kepemudaan,dan Olahraga (PKO) Flotim untuk bisa mengalokasikan anggaran rehabilitasi 3 ruangan kelas yang telah telanjang satu tahun lebih itu.

Wakil Bupati Flores Timur,Agustinus Payong Boli ketika dikonfirmasi terkait persoalan yang sedang mendera lembaga pendidikan SD Inpres Watanhura tersebut  di ruang kerjanya,Selasa (13/3) mengaku telah memanggil Kepala Dinas PKO Flotim dan memerintahkan untuk harus memasukan anggaran rekonstruksi berdasarkan hasil tinjauan lapangan dalam  Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) dinas PKO pada masa pembahasan APBD Perubahan 2018 dan paling lambat pada APBD Tahun Anggaran 2019.”Harus segera tolong sekolah itu,” kata Wabup Agus Boli yang turut prihatin dengan kondisi tersebut.

Diberitakan sebelumnya,pasca mendapat laporan tentang kerusakan atap  sekolah yang berbahankan asbes itu pada 3 ruang kelas SD Inpres Watanhura akibat gerusan badai pada awal Pebruari 2017 yang lalu oleh Pemdes dan Kepala Sekolah,Dinas PKO menurunkan tim sebanyak  dua kali yakni tim pemantau dan tim pengukur .Sayang setelah menyaksikan kebenaran akan kondisi riil tersebut  dan diikuti dengan pengukuran fisik kerusakan  tersebut,hingga kini tidak ada tanda-tanda perbaikannya.(Emnir)

Editor : Rahman Sabon

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment