Diadili, Istri Mang Jangol Terancam Hukuman Mati

Ni Luh Ratna Dewi saat menjalani sidang perdana di PN Denpasar (BNN/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Satu persatu kasus dugaan pemufakatakan jahat jual beli Narkotika yang melibatkan Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol alias Jro Jangol mulai disidangkan.

Kini giliran istri Mang Jangol, Ni Luh Ratna Dewi yang diadili di PN Denpasar. Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN Wirayoga. Dihadapan majelis hakim, Jaksa Kejari Denpasar itu menjerat terdakwa dengan dua Pasal berlapis.

Yaitu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Jika melihat dari pasal yang diterapkan JPU, maka istri dari mantan Wakil Ketua DPRD Bali itu pun terancam hukuman mati.

Sementara itu bagaimana dalam dakwaan JPU yang dibacakan dimuka sidang terungkap terdakwa pada hari Minggu 29 Oktober 2017 di rumahnya yaitu di Jln. Pulau Bantata No.70 Bermufakat dengan menyerahkan 1 plastik klip sabu kepada I Made Agus Sastrawan alias Gus Tile.

Setelah menerima sabu dari terdakwa, Gus Tile di alamat rumah yang sama di kamar nomor 1 memecah sabu pemberian terdakwa menjadi 4 paket.

Empat paket tersebut oleh Gus Tile dijual kepada pembeli yang datang langsung dan menggunakan sabu di rumah No. 70 tersebut dengan peralatan yang sudah disediakan.

Namun apes, Gus Tile pada hari Sabtu tanggal 4 November 20017 ditangkap oleh polisi. Saat itu pula polisi langsung melakukan penggeledahan di kamar nomor 1 di rumah No 70 tersebut. Dari hasil penggeledahan petugas berhasil mengamankan alat hisap sabu dan sabu seberat 1,73 gram yang disebut sisah pemberian terdakwa.

Dalam dakwaan terungkap pula bahwa, terdakwa memberikan satu paket sabu kepada Gus Tile yang kemudian dipecah menjadi empat paket itu didapat dari suaminya Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol.

Tak hanya itu dalam dakwaan terungkap pula bahwa, terdakwa pada tanggal 1 Nopember 2017 bertempat di kamar kos milik Rahman dan Sumiati (keduanya terdakwa dalam berkas terpisah) juga menyerahkan5 gram sabu kepada Rahman.

OlehRahman sabu yang diterima dari terdakwa tersebut dipecah menjadi 30 paket masing-masing dengan berat 0,2 gram.

Terhadap Rahman, terdakwa sebagaimana dalam dakwaan telah Bermufakat jual beli Narkotik lebih dari satu kali.

Rahman dan Sumiati akhirnya ditangkap polisi pada tanggal 4 Nopember 2017 sekitar pukul 01.30 WITA di rumah terdakwa. Keduanya ditangkap dengan barang bukti yang cukup banyak yaitu 24 paket sabu.

Setelah dilakukan penimbangan, 24 plastik klip yang berisi sabu itu beratnya adalah 9,05 gram. Diketahui sabu yang ditemukan pada Rahman dan Sumiati adalah sisah dari pemberian terdakwa.

Dalam penggeledahan tersebut polisi juga berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp 13 juta.

Dalam dakwaan terungkap bahwa uang Rp 13 juta itu adalah uang hasil penjualan sabu dari Rahman dan I Kadek Dendi Suardika yang nantinya akan distorkan kepada terdakwa.

Terungkap pula dalam dakwaan, selain Bermufakat dengan Rahman dan Sumiati, terdakwa juga bermufakat jual beli Narkotika bersama Kadek Dendi Suardika (terdakwa dalam berkas terpisah ).(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment