Divonis 20 Tahun Penjara, Budi Liman Sebut Biar Tuhan yang Balas

Budi Liman Santoso saat berkonsultasi dengan kuasa bukumnya (bnn/pro)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jika sebelumnya Budi Liman Santoso, satu dari tiga terdakwa kasus permufakatakan jahat jual beli 19.000 butir pil ekstasi mengutuk pihak-pihak yang diduga merekayasa kasusnya, usai divonis 20 tahun penjara, Budi Liman Kembali mengeluarkan kata-kata yang mengerikan.

Saat hendak dibawa ke ruang tahanan sementara PN Denpasar, kepada wartawan Budi Liman Santoso mengatakan, dalam waktu tidak lebih 70 hari akan ada musibah besar yang menimpa orang yang merekayasa kasusnya.

“Saya kasih waktu tidak lebih dari 70 hari, akan ada musibah besar menimpa yang merekayasa kasus saya ini,”katanya sambil berjalan menuju sel.

Tapi saat diranya siapa pihak yang disebutnya merekayasa kasusnya? Budi Liman Santoso mengaku tidak tahu.

“Saya nggak tahu (yang merekayasa) yang jelas ada yang bermain,”ungkapnya.

Oleh karena itu Budi Liman menilai apa yang dialaminya dan apa yang diterima atas kasus yang menimpanya adalah sebuah ketidakadilan.

“Biar saja, nanti Tuhan yang balas semuanya dan balasan itu tidak lebih dari 70 hari,”pungkasnya.

Sementara itu Robert Khuana, kuasa hukum Abdul Rahman Willy yang ditemui usai sidang mengatakan secara global tidak mau menanggapi putusan Hakim.

Tapi ada beberapa poin yang disampaikan oleh Robert.

Terutama terkait permufakatan jahat, yang mana dalam putusnya hakim terdakwa terdakwa Willy, hakim menyebut Willy terbukti melakukan permufakatan jahat jual beli Narkotika .

Nah terkait ini Robert mengatakan masih mempertanyakan putusan tersebut karena tidak menguraikan dasar dakwaan yang lain.

“Karena ada empat orang dalam uraian dakwaan jaksa, tapi hakim hanya menyinggung dua orang saya yaitu Budi Liman dan Willy,”sebut Robert.

Dengan demikian Robert mengaku masih meragukan putusan hakim terkait pembuktian permufakatan jahat.

Selanjutnya Robert juga mempertanyakan mengapa dalam putusanya, hakim sama sekali tidak menyinggung soal penangkapan.

“Jadi dalam kasus ini apakah terdakwa tertangkap tangan, atau under cover atau control delivery, nah ini yang sama sekali tidak disinggung oleh majelis hakim dalam putusnya,”pungkasnya.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment