Pemkot Denpasar Bantu Sembako Penderita TB Kurang Mampu

Pemberian bantuan kepada penderita TB yang kurang mampu (BNN/ist)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pemerintah Kota Denpasar melalui Pemberantasan Penyakit Tuberkulose Indonesia (PPTI) Cabang Kota Denpasar menyerahkan bantuan pada penderita TB yang kurang mampu.

Halini dikaitkan dengan peringatan HUT ke-230 Kota Denpasar.

Demikian disampaikan Ketua PPTI Cabang Kota Denpasar dr. I Made Sudhana Satrigraha usai menyerahkan bantuan sembako di Kantor PPTI Kota Denpasar, Jumat (23/2).

Lebih lanjut Made Sudhana menamahkan melalui pemberian sembako ini merupakan salah satu untuk mensport para penderita TB agar lekas sembuh.

Disampingjuga PPTI Cabang Kota Denpasar terus memberikan pendampingan pada penderita dengan mensosialisasikan minum obat pada yang tepat PMO (pengawas penelan obat).

Dengan demikian diharapkan penderita TB yang meminum obat dalam jangka waktu cukup panjang yaitu 6 bulan benar-benar mengikuti aturan dalam meminum obat.

Hal ini agar tidak terjadi resistance atau kuman menjadi kebal bila tidak mengikuti aturan meminum obat.

“Saya harapkan semua penderita TB mengikuti aturan dalam meminum obat. Sedangkan untuk PMO benar-benar melakukan pengawasan terhadap penderita TB sehingga dapat mengikuti aturan dalam minum obat,” ujarnya.

Disamping itu Made Sudhana berharap peran masyarakat untuk turut mensosialisasikan dalam penceghan TBC.

Kabid Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Denapasar IB Eka Putra mengatakan penyakit TB disebabkan oleh kuman.

Danpenyebarannya disebabkan beberapa faktor diantaranya faktor kesehatan diri sendiri dalam kondisi lemah disamping juga linkungan yang kurang sehat.

Untuk itu Eka Putra berharap semua masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar agar tetap bersih.

Terkait dengan jumlah penderita di Kota Denpasar, Eka Putra mengku tiap tahunnya mengalami peningkatan.

Tahun2016 jumlah penderita TB dari hasil rotegen, laborarium, paru dan anak mencapai 1168. Sedangkan tahun 2017 jumlah penderita mencapai 1217.

Jumlah ini jauh lebih kecil dari hasil surver yang di lakukan WHO dimana penderita lama dan baru ditemukan kasus 660 per 100 penduduk.

Kalau penduduk Denpasar diasumsikan 800 jiwa diperkirakan terdapat 5.280 penderita. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment