Melaut, Nelayan Gelondo Tak Kembali, Diduga Tenggelam di Perairan Melasti

Proses pencarian korban oleh tim SAR. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang nelayan belum kembali dari melaut mencari ikan di Perairan Melasti Serangan, Denpasar.

Ia dinyatakan hilang saat ditemukan jaring dan perahunya dalam keadaan kosong oleh nelayan setempat.

Informasi tersebut diterima Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (19/02) malam lalu dari Pusdalops Bali.

Kepala Kantor Basarnas Denpasar, Ketut Gede Ardana mengatakan bahwa kemarin malam tim SAR berjumlah 8 personil sudah melakukan pencarian serta berkoordinasi dengan potensi SAR terkait, nelayan setempat maupun keluarga korban.

Foto: bnn/sid.

“Identitas nelayan yang hilang atas nama I Made Gelondo, usia 71 tahun dan beralamat di Lingkungan Banjar Dukuh Serangan,” ungkapnya. “Pencarian kemarin masih nihil, dan hari ini adalah operasi SAR hari ketiga, dengan mengerahkan personil menggunakan rubber boat,” katanya terkonfirmasi.

Dan, Kamis (22/02) hari ini Tim Basarnas kembali melanjutkan pencarian. Hal ini diungkapkan oleh sumber dari Humas Basarnas Denpasar kepada balinewsnetwork.com. “Iya hari ini kita tetap lanjutkan pencarian,” ungkap sumber, Kamis (22/02) pagi.

Keterangan dari pihak keluarga, diketahui bahwa Made Gelondo melaut sejak Minggu (18/2) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Posisi jukung dan jaringnya ditemukan pada koordinat 8°43.382’S -115° 15.365’E keesokan harinya pada pukul 17.00 Wita.

Pada Selasa (20/2) sekira pukul 07.40 Wita, shorti pertama diturunkan untuk melakukan pencarian, namun belum menemukan titik terang dan dilanjutkan shorti ke dua sekitar pukul 14.15 Wita.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan rubber boat di sekitar diduga korban tenggelam hingga mencapai mercusuar. Sementara itu ada tim lainnya yang menyisiri darat di sepanjang bibir pantai.

Potensi SAR lainnya yang juga terlibat dalam upaya pencarian diantaranya Ditpolair Benoa, Balawista Pantai Sanur, LSM Legu Gondong dan masyarakat setempat. Hingga petang kemarin tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban. (Sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment