Dituntut Penjara Seumur Hidup, Dedy Setiawan Hanya Minta Keringanan Hukuman

Dedy Setiawan (BNN/dok)

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jika tiga terdakwa kasus dugaan pemufakatan jahat jual beli 19.000 butir pil ekstasi, Adbul Rahman Willy alias Willy bin NG Leng Kong, Iskandar Halim dan Budi Liman Santoso yang sebelumnya dituntut hukuman penjara seumur hidup dalam pembelaannya minta dibebaskan, beda halnya dengan Dedy Setiawan.

Dedy Setiawan yang juga sebelumnya juga dituntut hukuman penjara seumur hidup, melalui kuasa hukumnya, I Negah Jimat, hanya meminta kepada majalis hakim agar menjatuhkan hukuman seringan-ringanya.

Alasannya pun sangat sederhana karena sejatinya unsur pemufakatan jahat tidak terbukti.

Selain itu kata Jimat, ada baberapa poin yang dijadikan pertimbangan dalam pembelaanya yang disampaikan dimuka sidang.

Dianntaranya, Jimat menyebut klienya hanya sebagai perantara, bukan merupakan pemilik dari 19.000 butir pil ektasi tersebut.

Disamping itu Jimat juga membandingkan beberapa tuntutan maupun putusan dalam kasus yang sama dibeberapa pengadilan yang ada.

“Jadi ada dibeberapa pengadilan yang menyidangkan kasus serupa tapi dengan barang bukti lebih banyak, namun dituntut lebih ringan, nah ini menjadi salah satu pertimbangan kami dalam pembelaan yang kami sampaikan,” tegasnya.

“Kami tidak minta dibebaskan karena klien kami mengakui. jadi kami realistis lah,”lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat terdakwa yang diduga terlibat kasus pemufakatan jahat jual beli 19.000 butir pil ekstasi oleh masing-masing JPU dituntut hukuman penjara selama seumur hidup.

Jaksa dalam amar tuntutannya menyertakan Dedy Setiawan bersama Abdul Rahman Willy, Iskandar Halim dan dan Budi Liman Santoso terbukti secara sah melakukan tindak pidananya percobaan pemufakatan jahat jual beli Narkotika.

Perbuatan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment